Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Ratusan Ribu Warga Sekolah Bergerak Bersama, Program SIKAP Jatim Buktikan Sekolah Bisa Jadi Pusat Ketahanan Pangan

Ratusan Ribu Warga Sekolah Bergerak Bersama, Program SIKAP Jatim Buktikan Sekolah Bisa Jadi Pusat Ketahanan Pangan

PERISTIWA Tiara AS27/01/2026 - 11:10 WIB
Lewat Program SIKAP, 754 sekolah di Jatim jadi laboratorium ketahanan pangan. Gerakan ini libatkan 110 ribu guru dan murid.

Ribuan sekolah di Jawa Timur membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sebanyak 110.481 guru dan murid SMA, SMK, dan SLB negeri serta swasta se-Jawa Timur terlibat dalam gerakan penanaman tanaman produktif, penaburan benih ikan, dan panen serentak, Minggu (25/1).

Kegiatan yang dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sekitar 500 peserta hadir langsung di lokasi, sementara lebih dari 109 ribu lainnya mengikuti secara daring dari 754 sekolah di berbagai daerah.

Program SIKAP dirancang untuk menjadikan sekolah sebagai laboratorium ketahanan pangan sekaligus ruang pembelajaran kontekstual. Peserta didik tidak hanya memahami konsep pangan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen.

“Sekolah adalah ruang belajar kehidupan. Di sinilah anak-anak belajar bertanggung jawab, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan serta pangan,” kata Gubernur Khofifah.

Implementasi program ini tercatat sebagai capaian nasional. Pemprov Jawa Timur berhasil meraih dua Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni sebagai pelopor sekolah inovatif ketahanan pangan terbanyak serta pemrakarsa gerakan penanaman dan penaburan benih ikan serentak dengan jumlah peserta terbanyak.

Khofifah menilai keberhasilan SIKAP tidak hanya terletak pada jumlah sekolah yang terlibat, tetapi juga pada keberlanjutan praktiknya. Di SMKN 1 Plosoklaten, misalnya, siswa dilibatkan penuh dalam pengelolaan kandang ayam, kambing, sapi perah, hingga proses breeding dan penanganan hasil panen.

“Anak-anak mengikuti siklus perawatan dan produksi selama 24 jam. Ini menjadi bekal nyata untuk menghadapi dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan bahwa dari total sekitar 4.300 sekolah di Jawa Timur, sebanyak 754 sekolah telah bergabung dalam Program SIKAP. Meski sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan, inovasi seperti hidroponik dan pemanfaatan lahan minimalis menjadi solusi.

Menurutnya, hasil produksi sekolah juga dimanfaatkan dalam ekosistem internal sekolah. Di SMK, kegiatan ini terintegrasi dengan aspek produksi dan pemasaran, sementara di sekolah umum hasil panen dapat dibeli oleh guru dan siswa, menciptakan siklus ekonomi sederhana berbasis pendidikan. (tas)

ketahanan pangan sekolah pendidikan berkelanjutan Program SIKAP Jatim Rekor MURI pendidikan SMA SMK SLB Jawa Timur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.