Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Disdukcapil Surabaya Tegaskan Alamat Kos Adminduk Berlaku Selama Masa Sewa
  • Ratusan Wartawan Malang Raya Aksi Damai, Tolak Istilah “Londo Ireng” yang Dilontarkan Presiden
  • Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi
  • ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga
  • Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Ratusan Wartawan Malang Raya Aksi Damai, Tolak Istilah “Londo Ireng” yang Dilontarkan Presiden

Ratusan Wartawan Malang Raya Aksi Damai, Tolak Istilah “Londo Ireng” yang Dilontarkan Presiden

PERISTIWA Ita Nasyi’ah28/07/2026 - 09:11 WIB
Ratusan Wartawan Malang Raya menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Kota Malang sebagai bentuk penolakan terhadap penyebutan istilah "Londo Ireng" kepada insan pers.

Wartawan Malang Raya menggelar aksi damai di Bundaran Tugu, Kota Malang, Senin (27/7/2026), sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis dengan istilah “Londo Ireng”. Aksi tersebut diikuti sekitar 150 wartawan dari berbagai organisasi profesi yang menyatakan keberatan atas penggunaan istilah bernuansa kolonial tersebut.

Para peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam dan membawa berbagai poster berisi pesan penolakan. Mereka berasal dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Malang Raya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya.

Aksi berlangsung tertib tanpa aksi anarkis. Para jurnalis lebih memilih menyampaikan pesan melalui poster dan pernyataan sikap sebagai bentuk solidaritas menjaga marwah profesi dan kemerdekaan pers.

Ketua AJI Malang, Benni Indo, menilai istilah “Londo Ireng” yang dikaitkan dengan wartawan sangat bertentangan dengan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, banyak tokoh nasional yang berlatar belakang jurnalis, seperti WR Supratman, Tirto Adhi Soerjo, Adam Malik, Roehana Koeddoes, hingga HOS Tjokroaminoto.

“Kami bukan Londo Ireng,” tegas Benni dalam orasinya.

Ia menyatakan penyematan istilah tersebut dinilai merendahkan profesi wartawan yang selama ini berperan mengawal demokrasi dan kepentingan publik.

Senada dengan itu, Ketua IJTI Korda Malang Raya, Hilda Daningtyas, mengatakan ucapan tersebut melukai harga diri, independensi, dan martabat profesi jurnalis.

“Sebagai kepala negara, Presiden seharusnya memahami bahwa wartawan bukan kaki tangan pihak asing. Tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi yang jujur kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, mengatakan aksi damai tersebut merupakan bentuk tuntutan pertanggungjawaban moral kepada kepala negara. Menurutnya, para jurnalis berharap Presiden mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers.

Ketua PFI Malang, Darmono, juga menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang melekat pada pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Ia mengingatkan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

Aksi berlangsung sekitar dua jam dengan pengamanan aparat Kepolisian dari Polresta Malang Kota yang mengatur arus lalu lintas di kawasan Bundaran Tugu agar kegiatan berjalan tertib. Para wartawan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan seruan untuk menjaga kemerdekaan pers dan menghormati profesi jurnalis sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. (ita)

AJI Malang Aksi Damai Wartawan IJTI Malang Raya kemerdekaan pers Londo Ireng PFI Malang Prabowo Subianto PWI Malang Raya Wartawan Malang Raya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Disdukcapil Surabaya Tegaskan Alamat Kos Adminduk Berlaku Selama Masa Sewa

28/07/2026 - 10:01 WIB

Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi

27/07/2026 - 18:00 WIB

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

Comments are closed.

Disdukcapil Surabaya Tegaskan Alamat Kos Adminduk Berlaku Selama Masa Sewa

28/07/2026 - 10:01 WIB

Ratusan Wartawan Malang Raya Aksi Damai, Tolak Istilah “Londo Ireng” yang Dilontarkan Presiden

28/07/2026 - 09:11 WIB

Gawai Dibatasi, Ruang Interaksi Sekolah Hidup Lagi

27/07/2026 - 18:00 WIB

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.