Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Rekonstruksi Palu, Ini Rekom Geologi

Rekonstruksi Palu, Ini Rekom Geologi

PEMERINTAHAN redaksi10/10/2018 - 16:00 WIB

Pihak terkait yang akan melaksanakan rekonstruksi dan rehabilitasi paska gempa di Sulawesi Tengah hendaknya mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar, yang tujuannya untuk mengurangi risiko kerugian harta benda dan jiwa. Acuan ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah mitigasi bencana.

“Gempa bumi tidak dapat diprediksi, namun kita dapat melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko kerugian harta benda dan jiwa. Badan Geologi telah melakukan upaya mitigasi, di antaranya dengan melakukan pemetaan Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi, Kawasan Rawan Bencana Tsunami dan Peta Protensi Likuifaksi,” ujar Rudy, Minggu (7/10).

Berdasarkan Peta KRB Gempa bumi yang diterbitkan Badan Geologi menunjukkan wilayah terdampak di Provinsi Sulawesi Tengah termasuk KRB Tinggi dan Menengah.

“KRB Tinggi mempunyai potensi terguncang gempa bumi dengan intensitas lebih besar dari VIII MMI. Intesitas lebih besar dari VIII MMI diantaranya dicirikan dengan tanah terbelah, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam, bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri, jembatan rusak, terjadi lembah,” jelas Rudy.

Mengenai pemetaan potensi likuifaksi, Badan Geologi mengindikasikan daerah Palu dan sekitarnya mempunyai potensi tinggi terhadap terjadinya likuifaksi. Peta KRB Tsunami di Palu menunjukan di daerah pesisir pantai berpotensi dilanda tsunami lebih dari 3 meter.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Kepala Badan Geologi mengharapkan pihak-pihak terkait yang akan melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi paska gempa untuk mengacu pada Peta KRB Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi tersebut.

Selanjutnya untuk mereduksi gelombang tsunami secara alami, menurut Rudy sebaiknya kawasan di sekitar pantai diharapkan dibuat Green Belt seperti Tanaman Cemara, Pinus dan Bakau.

Sedangkan daerah yang diperkirakan dilewati Sesar Aktif Palu-Koro diharapkan tidak dibangun bangunan maupun fasilitas umum, sehingga dijadikan daerah terbuka.

Peta Geologi yang diterbitkan Badan Geologi menunjukkan bahwa wilayah di Palu dan Donggala umumnya disusun oleh batuan alluvial kuarter dan batuan sedimen yang umumnya bersifat urai, lepas, dan mudah longsor.

Hal ini memperkuat efek guncangan gempa bumi. Peta Vs30 yang mencerminkan tingkat kekerasan tanah permukaan (soil), mengklasifikasikan wilayah Palu termasuk ke dalam kelas D dan E. Kelas D dan E merupakan kelas batuan lunak, sehingga dapat memperbesar goncangan gempa bumi. Nilai amplifikasi di wilayah Palu sekitar 2 – 4 kali. (sak)

#PrayforPalu Badan Geologi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.