Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Festival Remo dan Yosakoi di Taman Surya

Festival Remo dan Yosakoi di Taman Surya

SENI BUDAYA redaksi07/07/2018 - 11:00 WIB

Pemkot Surabaya kembali menggelar festival tari Remo dan tari Yosakoi, Jepang. Festival tahunan ini bakal diikuti oleh beberapa sanggar Surabaya dan dilaksanakan pada Minggu (8/7) pagi besok, di halaman Taman Surya.

Kepala Sie Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Heri Purwadi menuturkan, festival tahun ini diadakan untuk melihat seberapa jauh perkembangan tari Remo di Surabaya.

Selain itu, ada beberapa perbedaan dalam acara ini dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaanya, lanjut Heri, dari jumlah peserta yang mengikuti festival tari Remo dan Yosakoi.

“Total peserta tahun kemarin hanya 43 grup tapi tahun ini mencapai 53 peserta (1 tim terdiri dari 10 orang). Jadi kurang lebih total ada sekitar 500 peserta,” kata Heri usai menggelar jumpa pers di Kantor Humas Surabaya, Kamis (5/7).

Selain itu, Heri menuturkan, Jepang menjadi satu-satunya negara yang bakal menampilkan Tari Yosakoi di Taman Surya karena kota di negara Sakura tersebut telah menjalin hubungan kerjasama kota kembar atau yang biasa disebut sister city dengan Surabaya.

“Berbeda dengan tahun kemarin yang mana Wali Kota Kochi hadir namun tahun ini diwakilkan tidak dan dihadiri oleh konjen Jepang,” imbuhnya.

Sedangkan konsep festival Remo dan Yosakoi, Heri menuturkan, tahun ini sedikit berbeda ketimbang tahun kemarin. Menurutnya, tahun kemarin seluruh peserta tampil di ruang terbuka sedangkan tahun ini diberi tambahan tenda. “Ibu Wali Kota Risma yang meminta diberi tenda agar anak-anak tidak kepanasan,” ujarnya.

Disampaikan Heri, penting menggelar festival tari Remo karena pemkot ingin melestarikan budaya asli Surabaya itu. Bahkan, kata Heri, Pemkot menyediakan jasa pelatih tari Remo bagi sanggar Surabaya di tiap kecamatan yang membutuhkan untuk terus melestarikan budaya Surabaya sekaligus mengasah bakat dan minat anak-anak yang memang ingin belajar tari Remo.

“Tidak dipungut biaya alias gratis dan hasilnya pun ada peningkatan, anak-anak dari beberapa sanggar banyak mengikuti lomba-lomba,” terang Heri.

Ditanya dampak positif bagi warga surabaya dalam acara ini, Heri berharap agar warga Surabaya bisa mengetahui macam tarian dari negara-negara mancanegara. Sebab, pengembangan budaya ini nantinya akan menjadi ajang transfer ilmu bagi pelaku seni dan para peserta yang ikut.

“Begitu pula dengan negara asing mengetahui jenis tarian surabaya yakni Tari Remo,” ujar pria berkacamata tersebut.

Nantinya, festival tari Remo dan Yosakoi dibuka Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana dan akan dipusatkan di halaman Taman Surya sejak pukul 7 pagi hingga sore hari. Festival ini juga dihadiri oleh beberapa OPD, perwakilan sanggar Surabaya, Polrestabes dan kecamatan. (ita)

sarapan pagi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.