Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Remote Sensing Bisa Pantau Ladang Ganja

Remote Sensing Bisa Pantau Ladang Ganja

TEKNOLOGI redaksi21/10/2017 - 15:00 WIB

Remote Sensing alias Penginderaan jauh (Inderaja) masih asing di telinga masyarakat awam Indonesia. Padahal, Inderaja menjadi salah satu teknologi keantariksaan yang dapat diandalkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Termasuk mengawasi perkebunan ganja hingga mendeteksi titik api kebakaran lahan.

“Oh ya (mengawasi kebun ganja). Kita kerjasama dengan BNN (Badan Nasional Narkotika) tahun lalu,” ungkap Deputi Bidang Inderaja Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Orbita Roswintiarti, Selasa (17/10).

Menurut Orbita, pihak BNN tertarik untuk mendeteksi keberadaan ladang ganja yang ada di Indonesia. Sehingga, pihak LAPAN melakukan penelitian dan observasi sebelum data diserahkan ke pihak BNN.

“Jadi, mereka (BNN) ingin melihat ladang ganja, minta kita (LAPAN) mendeteksi. Apalagi, bentuk ganja kan sama seperti daun singkong kan ya. Kita nggak mau salah,” paparnya seperti dilaporkan nusantara.rmol.co.

Teknisnya, pihak BNN memberikan titik ladang, berdasarkan hasil penyelidikan. Dari situ pihak BNN bisa memaparkan kronologis lokasi yang dianggap rawan ladang ganja. Lalu, pihak Inderaja langsung monitor titik tersebut selama periode satu tahun sebelumnya.

“Dengan satu tahun ke belakang kita lihat perilaku dari tanaman ganja, berapa bulan menanam, lokasi dimana dan lainnya,” urai Orbita.

Hal itu, disampaikan Orbita dalam Seminar Nasional (Sinas) Inderaja Tahun 2017 salah satu Hotel kawasan Depok, Jawa Barat. Dalam Sinas Inderaja kali ini, LAPAN mengusung tema “Peningkatan IPTEK Penginderaan Jauh dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik.”

Selain memantau ladang ganja, LAPAN juga bisa mendeteksi potensi ilegal fishing, serta titik api kebakaran lahan. Mereka juga berkerjasama dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait kebakaran lahan tersebut.

“Kita mengolah dari berbagai parameter. Misal perbedaan suhu dangan derajat di laut. Adanya sebaran klorofil, potensi ikan di zona wilayah laut, termasuk memanfaatkan suhu. Kalau titik api, sekarang KLHK meminta info hanya dari LAPAN. Kita mendeteksi adanya thermal (panas bumi),” tuturnya.

Pemanfaatan hasil kegiatan Inderaja LAPAN oleh para stakeholder menjadi cikal bakal Pembangunan Bank Data Inderaja Nasional dan Sistem Pemantauan Bumi Nasional.

Selain itu, terjalinnya kerja sama skala nasional dan internasional mendukung optimalisasi penyediaan dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Sehingga hal ini suatu kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas hasil kegiatan.

Saat ini, pemanfaatan penginderaan di berbagai kepentingan pada sektor-sektor pembangunan nasional sudah dilaksanakan. Seperti kehutanan, pertanian, kelautan dan perikanan, serta pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana.

Informasi yang sudah dimanfaatkan masyarakat antara lain Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), fase pertumbuhan padi dan tanggap darurat bencana.

“LAPAN telah berkontribusi besar dalam mendukung peningkatan pembangunan nasional di sektor ekonomi. Wujud dukungannya antara lain terhadap peningkatan pendapatan seperti pajak, efisiensi penangkapan ikan, dan efisiensi peningkatan produktivitas tanaman padi,” terang Orbita.

Sementara itu, potensi ekonomi potensial lainnya yang banyak belum digali adalah sektor pertambangan energi dan sumber daya mineral, penentuan zona pariwisata, budi daya perikanan, dan sumber daya lainnya di berbagai sektor.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Diseminasi Pusfatja LAPAN, Muhammad Priyatna selaku ketua panitia berharap, Simnas Inderaja 2017 dapat menjadi forum tukar menukar informasi dalam segala aktivitas kegiatan Inderaja untuk sektor ekonomi.

“Untuk itu, LAPAN menggandeng berbagai unsur terlibat di dalamnya baik dari kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat, terangnya,” pungkasnya.

Hadir dalam Simnas Inderaja tersebut, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kalamullah Ramli, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Sulsel Andi Muhammad Yamin dan Kepala Pusat Inderaja LAPAN, Rokhis Khomarudin. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.