Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Rumah Adat Sasak Tahan Gempa

Rumah Adat Sasak Tahan Gempa

KOMUNITAS redaksi07/01/2019 - 16:00 WIB

Rumah tahan gempa tidak selalu harus modern. Pasca gempa 7,0 SR di Lombok Agustus lalu banyak rumah-rumah tembok rusak dan roboh. Rumah adat yang justru dibangun hanya dengan kayu dan bambu serta beratapkan alang-alang masih kokoh berdiri.

Fakta tersebut yang menginspirasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (LPPM-ITB) bersama tim dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB melakukan riset untuk membuat desain kolaboratif rumah tahan gempa dengan konsep rumah adat setempat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Riset ini dimulai dengan survei dan pengukuran data awal rumah adat sebagai referensi desain selama 10 hari sejak tanggal 22-31 Desember 2018 di Dusun Semokan Ruak dan Dusun Sembage, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara NTB.

“Pasca gempa itu, masyarakat lebih senang membangun seperti ini (rumah adat),” jelas Kepala Dusun Semokan Ruak, Nulyangsi, kepada Reporter Kantor Berita ITB di Lombok.

Rumah adat yang dimaksud adalah rumah Sasak. Rumah tersebut beralaskan tanah, memiliki pondasi dari kayu, dengan bilik dari anyaman bambu dan rotan yang disebut pager. Atapnya terbuat dari alang-alang, bukan genteng. Arsitektur rumah adat juga didesain khas dengan interior yang memiliki aturan-aturan tertentu.

Pada tahap awal riset ini, Tim ITB melakukan pengukuran dan penggambaran rumah adat setempat serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto baik eksterior maupun interior. Keterangan tentang rumah adat juga dicari dari warga dan pemangku kepentingan di dusun Semokan Ruak dan Sembage.

“Dua dusun ini dipilih karena memiliki dua karakteristik rumah adat yang berbeda. Nantinya, desain yang dibuat adalah desain kolaboratif antara tim ITB dengan masyarakat,” kata Eljihadi Alfin SDs, asisten dosen dari Kelompok Keilmuan Manusia dan Ruang Interior FSRD-ITB sekaligus anggota tim ITB untuk riset ini.

Proses desain awal dilaksanakan bersama masyarakat setempat dalam sesi survei ini. Sementara pengembangan desain akan dilaksanakan di Bandung pasca survei. “Nanti akan dilaksanakan FGD (diskusi) bersama warga kembali setelah desain selesai. Kami harapkan nantinya ini jadi desain kolaboratif bersama masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkas Eljihadi. (ist)

Gempa Rumah Adat Sasak
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.