Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Rumput Laut Sebagai Material Bata Ringan

Rumput Laut Sebagai Material Bata Ringan

TEKNOLOGI redaksi19/06/2019 - 13:00 WIB

Terciptanya bangunan yang kokoh dan tahan akan bencana gempa merupakan impian semua orang. Namun hal tersebut masih menjadi kendala dalam mengatasinya, mengingat letak geografis suatu daerah juga turut berpengaruh.

Tiga Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Andhika Alfa Musthofa (Fakultas Perikanan dan Kelautan 2015), Muhammad Zulfikar Alfian Bahtiar (Fakultas Perikanan dan Kelautan 2015) dan Farid Maulana Ibrahim (Fakultas Sains dan Teknologi 2015) melahirkan inovasi baru dengan manfaatkan limbah rumput laut sebagai bahan bata ringan.

Penggunaan pasir pada pembuatan bata ringan nantinya akan disubstitusikan oleh limbah rumput laut Kappaphycus alvarezii.

Inovasi yang sedang dalam proses pengerjaan itu diusulkan oleh ketiga mahasiswa UNAIR dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dengan judul “Pemanfaatan by product Kappaphycus Alvarezii sebagai Bata Ringan Material Tahan Gempa”.

Proposal tersebut dibimbing langsung oleh Annur Ahadi Abdillah SPi MSi Perlu diketahui, inovasi tersebut mendapatkan respon baik dari Kemenristekdikti dan lolos pendanaan.

Andhika Alfa M selaku ketua tim menjelaskan bahwa saat ini penelitian masih berjalan dan sudah pada tahap pengeringan bata ringan. Hasilnya akan siap diujikan pada 24 Juni 2019 mendatang.

Latar belakang dari gagasan ini yakni besarnya limbah yang dihasilkan olahan karaginan dari rumput laut Kappaphycus Alvarezii sebanyak 65-70% dan mulai menjamurnya industri pengolahan rumput laut di Indonesia.

Padahal menurut Kementerian Perindustrian pada tahun 2013, produksi karaginan mencapai 12,5 juta ton dan terus meningkat tiap tahunnya.

“Artinya tiap tahun ada sekitar 25 juta ton limbah hasil pengolahan karaginan dan sampai saat ini masih belum ada pemanfaatan limbah ini secara massal,” ujarnya.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa terdapat kandungan selulosa pada limbah pengolahan rumput laut. Sehingga dapat membuat sebuah ikatan jika dimanfaatkan sebagai material.

Hal itu terbukti dengan adanya penelitian yang dimanfaatkan sebagai Medium Density Fibreboard / jenis kayu olahan yang terbuat dari serpihan kayu yang dipadatkan).

“Bata ringan yang kami tawarkan diharapkan lebih kuat jika dibandingkan dengan bata ringan biasa. Adanya kombinasi dengan limbah karaginan ini menurut hipotesis kami bisa menambah kuat tekanan maupun kuat lentur dari bata ringan,” ujar Andhika.

“Dikarenakan limbah memiliki karakter yang mirip dengan pasir dan cocok untuk material tahan gempa. Selain itu, limbah karaginan akan dapat menambah kekuatan dari ikatan yang ditimbulkan dari semen karena adanya selulosa,” tambahnya.

Pemanfaatan limbah rumut laut menjadi bata ringan dipilih dengan alasan wilayah Indonesia yang sangat rawan akan gempa. Sedangkan bangunan-bangunannya mudah roboh, padahal tidak terkena retakan lempengan dari tanah.

Hal itu disebabkan dari konstruksinya yang tidak kuat maupun materialnya yang rapuh. Material yang rapuh dan kaku seperti batu bata dapat menyebabkan retakan pada dinding hingga bangunan roboh. (ita)

Bata Ringan Rumput Laut Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih

26/06/2026 - 17:33 WIB

Tembus 6.335 Pendaftar, Mandiri UNAIR Jadi Pilihan Ribuan Calon Mahasiswa

26/06/2026 - 17:24 WIB

UNAIR Pertahankan Posisi Terbaik di Indonesia dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

25/06/2026 - 18:37 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.