Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Saat Gus Ipul Muter Mangga Alpukat

Saat Gus Ipul Muter Mangga Alpukat

EKONOMI BISNIS redaksi27/10/2017 - 17:00 WIB

Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf yang lebih akrab disapa Gus Ipul bersama Bupati Pasuruan H Moch Irsyad Yusuf SE MM Muter Mangga Alpukat khas Kab Pasuruan, di lapangan Tutur, Nongkojajar, Kab Pasuruan, (25/10).

Menurut Gus Ipul, ini salah satu bentuk promosi bahwa Kabupaten Pasuruan punya mangga alpukat. Kita perlu mengangat potensi yang selama ini belum dikenal masyarakat secara luas, salah satunya mangga alpukat.

Sudah waktunya mengangkat kearifan lokal produk-produk andalan daerah yang bisa menguasai pasar, baik dalam negeri dan bisa di ekspor.

Keistimewaan mangga ini rasanya lebih manis dan tahan lama, berbeda dari jenis mangga yang dikenal masyarakat. Untuk menikmatinya praktis, tidak perlu dikupas, tapi cukup dibelah jadi dua seperti buah alpukat dan dimakan dengan sendok.

Mangga alpukat ini eksklusif dipasarkan di toko-toko besar tertentu karena harganya cukup mahal dibanding mangga jenis lainnya.

Masa panen sekitar 3–4 bulan setiap pohon bisa menghasilkan 70 kg mangga. Di Kec Rembang terhampar 4.000 hektar, setiap hektar 100–120 pohon. Harganya cukup mahal. Kalau beli langsung dari petani Rp 35 ribu/kg, kalau sudah di pasar/toko-toko besar Rp 60–70 ribu. Kesejahteraan petani mangga alpukat ini makin meningkat

“Untuk merebut pasar dimasa mendatang, mangga ini harus terus dikembangkan dan disosialisasikan, supaya banyak masyarakat yang lebih berminat, dan peluang pasar makin luas,” katanya.

Lebih lanjut Gus Ipul menambahkan, salah satu program pemerintah yang digalakkan adalah pariwisata. Untuk itu perlu dipersiapkan dan ditata sebaik mungkin, masyarakatnya siap menerima tamu/ wisatawan dengan baik, infrastrukturnya diperbaiki tanpa merusak alam.

Karena menurut Gus Ipul, destinasi wisata yag diminati wisatawan mancanegara yang alami / natural. Seperti Gunung Bromo, Gunung Ijen dan wisata alam lainnya.

“Saya harap kedepan, Pasuruan disamping dikenal sebagai kota santri dan kota industri nantinya juga berkembang menjadi destinasi wisata yang cukup maju. Oleh karena itu pariwisata alam harus diperkuat, dilindungi, infrastruktur tidak perlu lebar-lebar tapi semua tertib dan tidak ada kemacetan,” harapnya.

Sementara Bupati Irsyad mengatakan pihaknya bakal terus memperkenalkan sekaligus mempopulerkan mangga gadung alpukat telah dipatenkan dan secara resmi menjadi buah khas Kab Pasuruan

Pasuruan selalu mengexplore potensi pertanian Tutor Nongkojajar akan dijadikan sebagai daerah wisata penyangga G Bromo yang ditetapkan sebagai sepuluh destinasi wisata Indonesia.

Pasuruan memiliki banyak potensi hortikultura. Salah satunya mangga gadung alpukat, buah apel bunga krisan, dan kentang, serta susu sapi. Semua ini potensinya luar biasa, diharapkan kedepan bisa dimaksimalkan. Mangga alpukat kebanggaan dan khas Kababupaten Pasuruan diharapkan akan booming. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.