Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Saat Listrik Berlayar ke Pelosok

Saat Listrik Berlayar ke Pelosok

TEKNOLOGI redaksi24/07/2017 - 11:00 WIB

Apa jadinya jika di masa depan listrik bisa bergerak menerangi pulau dan derah terpencil di tanah air? Jika memang dapat diwujudkan, tentunya hal tersebut merupakan langkah awal untuk menjembatani 17.000 pulau di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untungnya hal tersebut tidak akan sekedar menjadi angan-angan, karena PT PLN (Persero) telah menggaet Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan generator listrik mengapung pertama di Indonesia.

Hal ini tertulis dalam Memorandum of Understanding (MoU) PLN dengan ITS pekan lalu di Gedung Rektorat ITS. MoU ini terdiri atas penandatanganan perjanjian kerjasama antara ITS dengan PLN untuk mulai mengembangkan pembangkit listrik mengapung pertama di Indonesia.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD mengungkapkan ITS akan terlibat dalam proses penelitian akan lokasi yang tepat untuk menempatkan pembangkit listrik mengapung PLN sesuai dengan kebutuhan akan pasokan listrik di kepulauan terpencil Indonesia.

“Selain itu juga terdapat pertimbangan mengenai faktor alam untuk menghitung lokasi penempatan pembangkit listrik,” jelas Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ini.

Untuk itulah nantinya kerjasama ini akan membutuhkan banyak ahli kelautan maupun ahli listrik di ITS untuk dapat berkontribusi ke ITS.

Joni sendiri mengungkapkan dalam MoU seluruh jajaran Rektor, wakil rektor dan dekan fakultas di ITS telah dilibatkan. “Saya menyadari rencana ini akan melibatkan banyak pihak, sehingga semua dekan harus ikut,” jelasnya.

Perwakilan PLN, Nicke Widyawati selaku direktur perencanaan PLN serta Amir Rosidin selaku direktur bisnis regional Sumatra menjelaskan pengembangan power plant mengapung ini menjadi kebutuhan.

Sebab bentuk geografis Indonesia yang terpencar menjadi ribuan pulau. “Tidak mungkin mengaliri listrik dengan kabel seperti di Pulau Jawa dan biaya pembangunan generator tetap terlalu mahal,” jelas Nicke.

Seperti diketahui, 2015 lalu PLN telah menyewa Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan asal Turki untuk memenuhi pasokan listrik di daerah Sumatera yang tengah defisit.

Pembangkit listrik dalam bentuk kapal ini dirasa efektif dalam menjangkau pulau-pulau terpencil di Indonesia karena berbentuk kapal yang bisa berpindah sesuai kebutuhan.

Meski begitu, Joni mengungkapkan rencana pembangkit listrik mengapung ini akan memerlukan waktu untuk riset apalagi pewujudan. Apabila lokasi penempatan pembangkit listrik terapung sudah selesai, kemungkinan MoU ini akan berlanjut ke Memorandum of Agreement (MoA) untuk pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik mengapung. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.