Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Sains untuk Semua di Kampung Sains

Sains untuk Semua di Kampung Sains

PERISTIWA redaksi24/07/2021 - 16:00 WIB

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tengah menggarap kampung sains di beberapa desa di Jawa Barat. Pengembangan kampung sains di tingkat desa ini untuk membangkitkan minat sains di kalangan generasi muda dengan cara eduwisata.

Pihak Kemendikbudristek mengembangkan kampung sains ini dengan menggandeng pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan para guru penggerak bidang sains yang sudah dilatih.

Dari kolaborasi pemerintah pusat, daerah, guru, dan masyarakat setempat inilah dibuat suatu miniatur namanya taman sains. Taman sains akan bergulir menjadi taman sekolah, targetnya pada 2021 sudah ada empat kampung yang berbasis sains di Sumedang, Garut, Ciamis, dan Purwakarta, Jawa Barat.

Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) bakal dilibatkan dalam konsep pengembangan kampung sains ini. Diharapkan dari model ini berkembang inovasi yang memiliki daya ungkit ekonomi dari tumbuhnya minat sains di kalangan masyarakat akar rumput.

Setidaknya penerapan kampung sains itu mampu membentuk sebuah pola pikir dari jenjang anak sekolah, mahasiswa, dan masyarakat umum agar tidak terjebak dalam pola bias informasi di era teknologi informasi saat ini. Fungsi program di kampung sains agar masyarakat yang selalu mengamati, memperhatikan, mencoba, kemudian dapat meningkat menjadi menganalisis, kritis, dan berinovasi.

Tantangan pendidikan di Indonesia bukan sekadar tingkat partisipasi sekolah serta pemerataan akses bagi para kelompok pendidikan dasar hingga tinggi, melainkan juga rendahnya minat sains. Merujuk pada Programme for International Student Assesment (PISA) 2020, skor Indonesia pada sains 396, sedangkan rata-rata di dunia itu adalah 489.

Oleh karena itu, pihak P4TK IPA Kemendikbudristek tertarik dengan visinya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang Science For All (SFA). Mengembangkan sains dan ilmu pengetahuan bisa kontekstual dengan lingkungan. Artinya, masalah sains itu bisa mengatasi masalah kehidupan di daerah, terutama di kampung-kampung.

“Kami di awal pandemi, sejatinya ingin langsung bergerak. Namun ada sedikit hambatan, dan baru kemarin kami mulai fokus dengan tim, bagaimana membangun minat sains di masyarakat,” kata Kepala P4TK IPA, Kemendikbudristek, Enang Ahmadi kepada ratusan guru IPA tingkat SD, SMP, SMA dalam rangka Science For All Provinsi Banten di Pusdiklat, Puspiptek, Serpong, pertengahan Juni lalu.

Ke depan, nantinya kampung sains tersebut bergulir sebagai sebuah eduwisata, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Desa, BUMDes setempat, dan masyarakat terutama para guru penggerak bidang sains. Konsepnya sinergi agar anak-anak murid bisa belajar di luar sekolah dengan gembira. Para guru penggerak sebagai pembina ekskul dan dindik bisa membuat kegiatan di kampung sains pada akhir pekan.

Program yang dirancang di kampung sains, selain mengenali sains, juga menggiring anak didik membuat inovasi. Misalnya, mengenal jenis-jenis lebah, cara hidupnya, khasiat dari madu lebah serta cara mengelola budidaya lebah sampai dijual menjadi sebuah produk.

Aplikasi Digital
PP-IPTEK saat ini terus memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sejak dini, serta pemerataan akses iptek kepada seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya mengembangkan program Science For All bagi guru mata pelajaran IPA.

“SFA merupakan program promosi dan publikasi iptek yang difokuskan bagi anak didik dari SD-SMA, dan pendidik melalui berbagai kegiatan iptek interaktif dan menghibur. Peserta SFA tidak hanya belajar dan meningkat pengetahuannya tentang perkembangan iptek terkini, melainkan juga diajak bermain melalui kegiatan-kegiatan iptek yang disajikan,” kata Direktur PP-IPTEK M Syachrial Annas.

Pemerintah mengarahkan PP-IPTEK sebagai sebuah science center berbasis digitalisasi yang dapat memberikan inspirasi dan ide bagi generasi muda dalam berinovasi iptek. Sebelumnya, kegiatan PP-IPTEK banyak diadakan di Museum PP-IPTEK di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Jakarta Timur.

PP-IPTEK telah mengembangkan fasilitas berbasis digital berupa Aplikasi PP-IPTEK Virtual dan Program Kunjungan Virtual yang diberi nama “Science E-Trip”. Layanan digital ini, kami sajikan untuk melengkapi model pembelajaran sains, sehingga anak didik dan masyarakat luas dengan kondisi saat ini, khususnya tetap dapat mengakses ilmu pengetahuan melalui layanan PP-IPTEK secara online/virtual.

Kondisi pandemi Covid-19 dalam setahun terakhir ini membuat pembelajaran jarak jauh secara online atau daring menjadi relevan. Para pengajar dan tenaga pendidikan tentunya bisa memanfaatkan layanan PP-IPTEK tersebut dengan kreatif dan menyenangkan. (indonesia.go.id)

kampung sains
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.