Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»HIBURAN»Sebuah ‘Keberhasilan’ Film Tilik

Sebuah ‘Keberhasilan’ Film Tilik

HIBURAN redaksi08/09/2020 - 16:00 WIB

Beberapa hari terakhir, media sosial tengah dihebohkan dengan salah satu film pendek berjudul Tilik yang diproduksi atas kerja sama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta dengan Racavana Film. Tagar #Tilik dan #BuTejo pun beberapa hari lalu berhasil menduduki rangking tranding di Twitter.

Film yang mengambil latar tempat di Yogyakarta itu sendiri bercerita tentang perjalanan ibu-ibu yang hendak menjenguk atau tilik Bu Lurah di rumah sakit kota.

Sepanjang perjalanan menaiki truk, Bu tejo dan ibu-ibu desa lainnya bergunjing tentang Dian, yaitu salah satu warga yang masih berstatus lajang. Karakter Bu Tejo yang cerewet, judes, dan ceplas-ceplos itulah yang berhasil membuat Tilik mendapat jumlah viewers hingga 17 M.

Viralnya film yang disutradai oleh Wahyu Agung Prasetyo itu memunculkan beragam kritik dari masyarakat.

Banyak yang menganggap bahwa film tersebut melanggengkan stereotip yang menganggap bahwa perempuan memiliki kebiasaan sebagai tukang gosip, mengandung misoginis, dan tidak memiliki pesan moral yang bermutu.

Melihat hal itu, Igak Satrya Wibawa SSos MCA PhD, salah satu dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan tanggapannya.

Dosen mata kuliah Kajian Sinema itu melihat bahwa beragam kritik tersebut berhasil memancing kesadaran masyarakat akan persoalan stereotip dan posisi lemah perempuan dalam budaya patriarki yang masih banyak terjadi dan belum tuntas. Kesadaran akan hal itu perlu dipancing yang salah satunya melalui sebuah karya film.

“Ada konsep dan penggambaran tentang perempuan yang perlu dipertanyakan dan menarik untuk didiskusikan dalam film Tilik. Hal itulah yang justru patut diapresiasi dari sisi yang berbeda karena konsep itu berhasil menajadi sebuah lokasi dialektika,” terangnya.

Lebih lanjut, dosen yang kerap disapa Mas Igak itu menyatakan bahwa sebuah karya film harus siap untuk dikritik dan diinterpretasikan atau dibaca maknanya oleh masyarakat luas secara berbeda-beda.
Dalam studi sinema, kritik adalah bagian dari pembacaan sebuah film yang bagus untuk menunjukkan bahwa penonton tidak hanya berperan sebagai penikmat saja, namun mereka juga memerhatikan dengan baik dan mampu merespon sebuah karya.

Munculnya beragam kritik menurutnya justru secara tidak langsung menunjukkan sebuah ‘keberhasilan’ film Tilik dalam mengusik pemikiran penonton dan memancing kesadaran akan berbagai fenomena masyarakat.

“Saya tidak dalam posisi membenarkan atau membantah kritik-kritik yang muncul karena setiap individu memiliki konteks dan latar belakang berbeda dalam menafsirkan. Justru saya melihat dialektika yang terjadi menunjukkan ‘suksesnya’ film tersebut dalam mengusik pemikiran penonton, memunculkan banyak pertanyaan, keraguan, kritikan, dan juga pujian dalam waktu yang bersamaan. Namun saya menyayangkan masih banyak orang yang belum bisa menerima kritik film sebagai bagian yang bermanfaat dalam filmmaker” tegasnya.

Secara keseluruhan, Igak menilai bahwa film yang berdurasi sekitar 32 menit itu sangat menarik karena mampu membangkitkan gelombang kreativitas seperti munculnya meme, stiker Bu Tejo, istilah-istilah baru, dan menjadi perbincangan di berbagai media.

“Sebagai film pendek, Tilik sebagai sebuah film pendek menunjukkan sebuah proses dialektika yang menarik. Semoga setelah ini banyak orang yang kembali membuat film pendek menarik lainnya,” pungkasnya. (ita)

Bu Tedjo Film TILIK Tilik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.