Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 21 Februari. Peringatan ini pertama kali diselenggarakan oleh UNESCO untuk merayakan keberagaman bahasa dan budaya, dikutip dari National Today.
Saat ini, terdapat lebih dari 7 ribu bahasa yang digunakan di dunia. Namun, beberapa di antaranya lebih terdokumentasi dan lebih banyak digunakan dibandingkan yang lain.
Sayangnya, banyak bahasa etnis terancam punah dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini menjadi salah satu alasan Hari Bahasa Ibu Internasional bertujuan menghidupkan kembali warisan linguistik berbagai komunitas.
UNESCO menetapkan Hari Bahasa Ibu Internasional pada tahun 1999, dengan peringatan perdana yang diadakan pada tahun 2000. Peringatan ini terinspirasi oleh Gerakan Bahasa Bengali di Bangladesh, yang dulunya bagian dari Pakistan Timur dan memiliki budaya serta bahasa khas.
Gerakan tersebut berjuang agar bahasa Bengali diakui sebagai bahasa resmi. Perjuangan dimulai sejak berdirinya Pakistan pada tahun 1947, dengan berbagai pertemuan dan aksi unjuk rasa untuk mendapatkan pengakuan.
Pada tahun 1952, polisi menembaki prosesi besar Gerakan Bahasa Bengali, menyebabkan beberapa orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Peristiwa ini kemudian diperingati di Bangladesh sebagai hari libur nasional.
PBB kemudian menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional untuk menyelamatkan bahasa-bahasa di dunia dari kepunahan. Sejak tahun 2000, setiap perayaan memiliki tema khusus yang menambahkan elemen baru dalam edukasi bahasa.
Gerakan Bahasa Bengali kini menjadi simbol perjuangan bahasa di seluruh dunia. Banyak bahasa masih berisiko punah karena kurang terdokumentasi, sementara bahasa terus berkembang melalui interaksi dengan bahasa lain.
Kosakata dan sintaksis setiap bahasa dipengaruhi oleh bahasa lain, sehingga melestarikan bahasa sangat penting untuk mempertahankan keragaman linguistik dunia. Saat ini, setidaknya setengah populasi dunia adalah bilingual.
Multibahasa semakin populer, baik untuk tujuan profesional maupun pendidikan. Berbicara lebih dari satu bahasa juga memperkaya pengalaman budaya seseorang.
Hari Bahasa Ibu Internasional menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian bahasa. Selain itu, Hari Bahasa Ibu Internasional diharapkan dapat mendorong lebih banyak upaya dalam menjaga warisan linguistik dunia. (rri)

