Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Sekolah Cegah Seks Pranikah Remaja

Sekolah Cegah Seks Pranikah Remaja

KOMUNITAS redaksi29/07/2017 - 15:00 WIB

Remaja sangat rentan melakukan perilaku seksual pranikah sehingga berdampak pada kehamilan dini remaja dan terjadinya infeksi penyakit menular seksual.

Jumlah remaja yang melahirkan kurang lebih 7,3 juta kasus di negara berkembang seperti Indonesia, sebanyak dua juta diantaranya berusia di bawah 15 tahun, sedangkan 3,2 juta remaja usia 15-19 tahun mengalami aborsi tidak aman.

Berdasarkan laporan BKKBN tahun 2013, remaja yang meninggal akibat kehamilan dan kelahiran sebanyak 70 ribu jiwa. Untuk itu, diperlukan upaya pencegahan melalui pelayanan keperawatan di sekolah.

Hal itu dikemukan dosen Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM, Wenny Artanty Nisman, dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran UGM, pekan lalu di ruang auditorium FK UGM.

Dalam penelitian disertasinya yang berjudul ‘Model Intervensi Pelayanan Sekolah dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja’, Wenny mengatakan diperlukan adanya upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja melalui pendampingan mental dan pendampingan perilaku yang diberikan secara khusus di sekolah.

“Sekolah sebaiknya dapat memberikan pelayanan reproduksi dengan pendekatan terhadapa masalah kesehatan reproduksi remaja sehingga mamp memantau terjadinya perubahan perilaku remaja,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan dua cara, penelitian kualitatif dengan wawancara dengan 16 guru, 13 orang tua dan 19 siswa.

Selanjutnya, penelitian kuantitatif dilakukan pada dua sekolah di Jogja melibatkan 134 siswa yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama sebanyak 68 siswa yang mendapat pelatihan keterampilan personal dan sosial dalam hal pendidikan kesehatan reproduksi.

Sedangkan untuk kelompok kontrol sebanyak 66 orang yang mendapatkan intervensi rutin pendidikan kesehatan reproduksi selama 6 bulan.

Hasil penelitian tersebut menyimpulkan adanya peningkatan nilai keyakinan pada remaja untuk mencegah seks pranikah terutama pada kelompok kontrol.

Lalu terdapat peningkatan perilaku pacaran yang sehat pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol.

Disamping itu, terdapat peningkatan perilaku untuk mengatakan tidak pada seks pranikah pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol justru mengalami penurunan.

“Terjadi peningkatan nilai kemampuan mengambil keputusan terkait dengan seks pranikah pada kelompok intervensi,” katanya.

Menurutnya, remaja yang mendapat intervensi kesehatan reproduksi lebih sadar dan serius memperhatikan kesehatan reproduksi.

Dukungan pihak sekolah menurutnya sangat penting apabila mampu melaksakan program pelayanan kesehatan perawatan di sekolah.

“Perlu adanya intervensi pelayanan keperawatan dengan pelatihan keterampilan personal dan sosial untuk meningkatkan perlaku remaja khususnya perilaku pacaran yang sehat, dan perilaku mengatakan tidak untuk melakukan seks pranikah,” pungkasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

KKN UNAIR di Ngawi Diperkuat Tiga Tahun, Fokus Percepatan SDGs dan Pengentasan Kemiskinan

13/07/2026 - 19:15 WIB

Rakerda MUI Jatim Hasilkan Rekomendasi MBG, Kesehatan Mental Anak, dan Penggunaan Gadget

13/07/2026 - 19:09 WIB

OKK PWI Jombang Bekali Wartawan Jaga Integritas dan Profesionalisme di Era AI

12/07/2026 - 15:02 WIB

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.