Senyum Saat Datang, Pulang Tersenyum
OLAHRAGA PERISTIWA

Senyum Saat Datang, Pulang Tersenyum

Pada PON XX di Papua nanti, panitia akan menerapkan sistem semi-bubble yang akan membatasi pergerakan para atlet. Tapi atlet masih diberi kesempatan pergi ke tempat membeli merchandise yang dijual mama-mama Papua, atau ke UMKM yang ada di sekitar venue.

Tim keabsahan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua telah menetapkan sebanyak 7.066 atlet akan mengikuti PON tahun ini. Perincian jumlah itu adalah atlet putra sebanyak 4.176 dan atlet putri 2.890 orang.

Ketua Komisi Keabsahan PON XX Mayjen (Purn) Soedarmo, di Jayapura, Minggu (29/8/2021), mengatakan bahwa sebanyak 7.066 atlet tersebut berasal dari 34 provinsi dan akan berkompetisi di 37 cabang olahraga.

Dalam penutupan Chef de Mission (CdM) Meeting III dan Delegation Registration Meeting (DRM) di Kota Jayapura, Soedarmo menambahkan bahwa melalui validasi dan keabsahan seluruh atlet, maka pada pelaksanaan PON sudah tidak ada lagi masalah.

Oleh karena itulah, dia pun berharap, seluruh atlet yang sudah disahkan sebagai peserta PON bisa hadir di Papua. DRM sendiri diselenggarakan pada 27-28 Agustus 2021.

Sedangkan, berkas dari Komisi Keabsahan tentang validasi atlet tersebut diserahkan kepada Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Yunus Wonda. Dengan adanya hasil kerja Komisi Keabsahan, diharapkan tidak ada masalah status atau data atlet ketika pertandingan digelar nanti.

Berkaca dari PON-PON sebelumnya, salah satu potensi masalah ketika pertandingan adalah tidak tegasnya status atlet. Salah satu penyebabnya, yakni ketidaksesuaian data yang dimiliki atlet.

Komisi Keabsahan juga mengimbau kepada bidang I PB PON Papua untuk segera mendistribusikan nama-nama atlet yang ditelah ditetapkan kepada technical delegate (TD) masing-masing cabang olahraga agar mereka mengetahui atlet-atlet mana yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Panwasrah PON XX yang juga Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno mengatakan, kuota atlet PON yang sebelumnya ditetapkan KONI sebanyak 6.496 belum termasuk atlet tuan rumah Papua.

“Namun dari jumlah kuota atlet sebanyak 6.496 setelah registrasi ulang oleh tim keabsahan jumlahnya berkurang,” katanya.

Dia menambahkan, setelah diregistrasi jumlah atlet dari masing-masing KONI provinsi hanya berjumlah 6.144 atlet, ditambah dengan atlet tuan rumah 922 atlet, sehingga total 7.066 atlet itu akan bertanding di 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga (cabor), dan 679 nomor pertandingan.

Dengan ditetapkannya jumlah kuota atlet oleh Komisi Keabsahan PON XX, maka masing-masing bidang bisa menggunakan data tersebut segera bekerja.

PON Papua XX menurut rencana digelar di empat kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Keempat wilayah itu adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika. Perhelatan olahraga nasional ini diagendakan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2021.

Chef de Mission (CdM) Meeting III untuk pertama kali dipraktekkan pada PON XX Tahun 2021 di Papua. “Substansi dari CdM III adalah finalisasi rencana penyelenggaraan PON, menyangkut dengan bagaimana pelayanan terhadap calon tamu,” kata Suwarno.

Ia menuturkan, finalisasi tersebut bertujuan memperjelas berbagai hal, di antaranya, terkait pertandingan, peralatan, upacara, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, penggunaan logo, dan lain sebagainya. Sementara itu, Yunus Wonda mengungkapkan harapannya bahwa PON di tanah Papua itu akan berlangsung sukses dengan penuh persahabatan.

“Tiba di Papua dengan keadaan senyum, pulang dari Papua juga dengan keadaan senyum,” katanya saat memberi sambutan pada penutupan CdM Meeting III dan DRM tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengungkapkan bahwa PON XX Papua telah menyerap 27 ribu tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut tidak hanya penyiapan venue tapi juga panpel dan sebagainya.

“Hampir sekitar 27.000 sudah, sedang dan akan terlibat pada saat PON, dan itu jumlah yang lebih besar dari Asian Games,” kata Gatot, dalam konferensi pers virtual FMB9, Kamis, 2 September 2021.

Dalam penyelenggaraannya, Gatot mengatakan, panitia akan menerapkan sistem semi-bubble yang akan membatasi pergerakan para atlet. Semi-bubble merupakan pergerakan terbatas bagi para atlet dari wisma langsung stadion. Tapi atlet masih diberi kesempatan pergi ke tempat membeli merchandise yang dijual mama-mama Papua, atau ke UMKM yang ada di sekitar venue.

Sistem gelembung tersebut juga membuat para atlet tidak dapat mengunjungi tempat pariwisata. Hal itu terpaksa diterapkan untuk menghindari munculnya kluster baru. Namun, menurut Gatot, bagi jurnalis dan masyarakat, panitia tidak menerapkan pembatasan seperti itu.

Selain diharapkan mencapai sukses ekonomi, PON Papua juga diharapkan membawa sukses prestasi dengan kemunculan rekor nasional, rekor Asia, dan bahkan rekor dunia. Pada PON Jawa Barat 2016, misalnya, terdapat empat rekor dunia yang berhasil dicetak para atlet.

Sementara, kedatangan para atlet ke Papua, Gatot menambahkan, akan “meng-copy paste” Olimpiade Tokyo agar tidak datang secara bergerombol. H-2 itu mereka mulai datang, dan H+2 seusai pertandingan harus keluar dari Papua. Ini bagian untuk mengurangi pandemi Covid-19. (indonesia.go.id)