Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga
  • Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»SI TEA, Teh Rempah Mahasiswa ITS

SI TEA, Teh Rempah Mahasiswa ITS

KOMUNITAS redaksi21/12/2020 - 14:00 WIB

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Melihat peluang tersebut, tiga mahasiswa Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menciptakan inovasi yang bernama SI TEA, produk teh yang dicampur dengan rempah-rempah pilihan.

Ialah Dede Yusuf P Kuntaritas, Akhmad Miftahul Ilmi, dan Aulia Kharis Rakhmasari yang berhasil memadukan teh rempah-rempah yang memiliki khasiat lebih jika dibandingkan dengan teh pada umumnya. Selain dapat menghangatkan tubuh, Dede menyebutkan jika SI TEA juga dapat meningkatkan imunitas dan mengurangi kolesterol pada tubuh.

Alasannya, menurut Dede, terdapat empat jenis rempah-rempah yakni kayu manis, jahe merah, sereh, dan daun jeruk purut yang turut ditambahkan dengan perbandingan tertentu pada teh racikan timnya tersebut. Sehingga hal ini dapat memunculkan aroma yang sangat harum pada teh ketika sudah mulai diseduh.

Mahasiswa angkatan 2019 tersebut menyatakan jika potensi pasar SI TEA di Indonesia sangat besar. Sebab Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengkonsumsi teh terbesar di dunia. “Sasaran konsumennya terutama pada daerah-daerah dingin seperti Malang,” ungkapnya.

SI TEA nantinya akan dijual pada harga sekitar Rp 14.000 – 50.000 per pouch yang berisi kurang lebih 50 gram teh. Harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga teh premium sebesar Rp 150.000 tiap pouch-nya.

Dengan harga tersebut, Dede menganggap jika masyarakat kalangan bawah juga akan mampu untuk membeli produk itu. “Setiap pouch SI TEA dapat digunakan lima sampai enam cangkir minum teh biasa,” aku mahasiswa asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Supaya dapat lebih menarik pelanggannya, SI TEA hadir dengan kemasan bercorak batik nusantara. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memperkenalkan budaya-budaya lokal Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Ke depannya, Dede berharap bisa mengembangkan usaha yang lebih besar lagi. Khususnya dalam mengumpulkan modal untuk merealisasikan rencana besar tersebut. Dari gagasan tersebut, SI TEA telah berhasil mendapatkan penghargaan juara pertama dan video favorit dalam ajang Business Competition GEMNAS Batch 3 Universitas Negeri Padang 2020, akhir Oktober lalu. (ita)

SI TEA teh rempah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Comments are closed.

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

26/07/2026 - 20:23 WIB

Pemkot Surabaya Kampanyekan Diversifikasi Protein, Ikan Air Payau Jadi Menu Bergizi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

26/07/2026 - 15:17 WIB

Plt Gubernur Emil Dardak Apresiasi Shine Harmony Choir, Pemprov Jatim Siap Dukung Prestasi Internasional

26/07/2026 - 01:11 WIB

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.