Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»‘Simulacra’, Realitas Para Perupa Gresik

‘Simulacra’, Realitas Para Perupa Gresik

SENI BUDAYA redaksi21/12/2018 - 16:00 WIB

Proses penciptaan karya melalui sudut pandang yang tidak lazim serta diluar kebiasaan menjadi ciri khas tersendiri dari para seniman dalam mengekspresikan realitas visual dan pikiran ke dalam sebuah karya.

Inilah yang mendasari empat seniman Gresik yang tergabung dalam GASRUG (Gerakan Seni Rupa Gresik) untuk bersepakat membuat pameran.

Merepresentasikan perbedaan jiwa atau soul dalam karya pameran bersama sebagai 4soul yaitu Aly Wafa, Subeki, Aam, dan Aris Daboel.

Dengan mengangkat tema “Simulacra”, 4Soul mencoba membuat karya sesuai tema dan persepsi masing-masing perupa dalam menangkap gejala sosial dan budaya terutama di Gresik yang dipamerkan di Galeri Paviliun House of Sampoerna pada tanggal 21 Desember 2018 – 12 Januari 2019.

“Simulacra” sendiri adalah terminologi yang dibuat oleh Jean Baudrillard, seorang sosiolog politik Prancis ketika menggambarkan realitas semu.

Bagi Jean Baudrillard, “Simulacra” diartikan sebagai sebuah dunia yang tercipta dari pencampuran nilai, fakta, tanda, citra dan kode. Tidak lagi mengacu pada realitas sesungguhnya seperti yang tampak pada kondisi saat ini.

Merespon fenomena ini, 4Soul menyajikan 30 karya dengan bergam kekuatan cerita dan teknik pembuatannya.

Pada karya Aam dengan judul “Colony” menggambarkan kelompok sosial dari masyarakat kota Gresik yang terdiri dari berbagai macam status dan profesi.

Berbeda dengan Aam yang lebih mengekspose karya-karya dengan tema kekinian, Subeki lebih memilih menghadirkan karya berkaitan dengan nilai-nilai budaya seperti pada karya berjudul “Panji Budaya” dan “Menari Bersama Barongan”.

Dalam pameran “Simulacra” ini, 4 Soul menghasilkan karya dalam batas tema yang telah disepakati meski metode visualisasi karya yang digunakan berbeda beda.

Ali Wafa mengunakan teknik kerok, Subeki bermain visual dengan gaya abstrak ekpresionis, sedangkan Aam menggunakan gaya naive dengan figur karakter dan sentuhan objek mata yang mendominasi.

Serta Aris Daboel yang sangat leluasa dalam berekperimen, tidak hanya menghasilkan karya kanvas tapi juga karya 3 dimensi dan instalasi.

Keunikan karya dari masing-masing anggota 4Soul inilah yang diharapkan menjadi inspirasi terutama pada generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan menghasilkan karya terbaik, selain menunjukkan potensi perupa dari Gresik.

Karya tiap seniman boleh berbeda-beda, namun harus sejalan dalam spirit untuk mendorong seni rupa di Gresik khususnya dan Jawa Timur umumnya menjadi lebih baik dalam segi kualitas maupun kuantitasnya.

“Tentu saja banyak seniman lain yang terlibat untuk mewujudkan mimpi memajukan seni rupa Gresik dan Jawa Timur,” tutur Dwiki, kurator pameran.

Berbagai kegiatan terus dikontruksi dalam kerangka berfikir para seniman, seperti kegiatan yang dilakukan oleh 4 seniman ini dapat menjadi cuplikan bagaimana semangat ini bisa terus digelorakan, imbuhnya. (ita)

GASRUG Gerakan Seni Rupa Gresik HoS House of Sampoerna Pameran Simulacra
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.