Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan akses keuangan di pedesaan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal. Salah satunya yaitu melalui pengembangan program Desa Devisa dan penguatan Koperasi Merah Putih yang bersinergi dengan OJK
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima peserta Institutional Visit Program Pembekalan Calon Kepala OJK Angkatan 2 Tahun 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/09).
“Menguatkan desa devisa sekaligus memperluas inklusi keuangan berarti memberi masyarakat akses pembiayaan yang aman. Bukan hanya soal ekspor produk kopi, kakao, atau rumput laut, tapi juga soal melindungi warga desa dari pinjol ilegal,” tegas Khofifah.
Khofifah menekankan perlunya edukasi literasi keuangan secara masif. Ia menyoroti maraknya praktik pinjol ilegal yang kerap menjerat warga desa karena minim informasi.
“Pinjol ilegal adalah PR besar kita. Maka literasi keuangan harus digencarkan sampai desa, sekolah, dan pesantren agar masyarakat tahu cara membedakan lembaga legal dan ilegal,” katanya.
Khofifah optimistis, strategi terpadu melalui Desa Devisa, Koperasi Merah Putih, serta literasi keuangan dapat menjadi fondasi kokoh bagi perekonomian desa sekaligus menopang target Indonesia Emas 2045.
“Kalau desa kuat, koperasi sehat, dan masyarakat terlindungi, maka ekonomi desa akan menjadi pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Khofifah menjelaskan, dalam konteks penguatan ekonomi desa, saat ini Jatim memiliki 293 Desa Devisa dengan komoditi prioritas Kopi, Kakao, Hasil Laut, Furniture, Teh, Makanan dan Minuman, Fashion, serta Rempah-rempah.
“Program desa devisa ini tidak hanya meningkatkan ekspor berbasis potensi lokal, tetapi juga mengangkat kesejahteraan masyarakat desa melalui produk berdaya saing global,” jelasnya.
Selain Desa Devisa, Khofifah menyoroti keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menyalurkan pangan, pupuk, LPG, hingga gula langsung dari produsen ke masyarakat. Menurutnya, keberadaan koperasi ini mampu memangkas rantai distribusi agar harga lebih adil.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi, tapi juga strategi pemutusan rantai distribusi yang panjang. Dengan dukungan OJK, koperasi desa bisa mendapat akses pembiayaan sehat dan beroperasi lebih cepat,” tegasnya.
Khofifah menekankan pentingnya peran OJK dalam mendampingi koperasi desa agar mendapat akses permodalan yang sehat. Pendampingan regulasi dan klasifikasi pembiayaan dinilai krusial agar koperasi mampu menjalankan fungsi distribusi secara optimal. (ita)

