Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Soal Barikade Gus Dur Dukung Ganjar

Soal Barikade Gus Dur Dukung Ganjar

KOMUNITAS redaksi01/11/2023 - 12:00 WIB

Panggung kontestasi pemilu kian memanas. Keberpihakan koalisi menjadi sorotan utama dalam ajang pemilu tahun 2024. Salah satunya adalah keberpihakan barikade Gus Dur, yang dipimpin oleh Yenny Wahid, kepada pasangan Ganjar dan Mahfud MD dalam menyukseskan pemilu mendatang.

Keputusan itu sempat menghebohkan public, pasalnya PDIP memiliki rekam jejak sejarah yang kurang baik dengan Gus Dur. Hal itu tentu menuai berbagai sorotan, termasuk Dr Siti Aminah Dra MA, pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR).

Aminah mengkritisi dukungan Yenny Wahid kepada Ganjar-Mahfud hanya merupakan mesin politik pragmatis yang tidak berdasarkan pada substansi dan ideologi. Melainkan karena kekecewaannya terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB.

“Barikade Gus Dur ini adalah bagian dari mesin politik. Yang perlu dipertimbangkan adalah politik itu sangat cair, akan ada banyak mesin-mesin politik baru yang akan dijalankan untuk memenangi Pilpres 2024. Mesin politik ini bisa menggunakan sumberdaya yang ada untuk memenangkan Pilpres,” ujar pengamat politik UNAIR itu.

Aminah menjelaskan bahwa PKB dan PDI-P di Jawa Timur masing-masing memiliki akar massa besar di Jatim dan bisa menjadi kantong suara untuk menaikkan elektabilitas Ganjar-Mahfud.

Namun, dia mengatakan bahwa ada cawapres lain di luar PDIP yang juga massanya ada di Jatim, seperti Muhaimin yang berpasangan dengan Anies Baswedan.

Dia mengatakan bahwa pemilih akan mempertimbangkan banyak hal dalam menentukan pilihan mereka, tidak hanya berdasarkan pada endorsement tokoh publik.

Lebih lanjut, Aminah juga mengungkapkan bahwa dukungan tokoh publik kepada kandidat presiden merupakan kemunduran dalam pendidikan politik masyarakat. Dia mengatakan bahwa tokoh-tokoh publik sekarang berperan sebagai calo politik yang menjual massanya ke partai politik lain untuk menerima reward di kemudian hari.

Dalam hal ini, Aminah juga mempertanyakan tentang kemampuan Yenny Wahid dalam membangun koordinasi mesin politik di antara mesin-mesin NU yang ada dengan baik. Menurutnya, tidak semua warga NU afiliasinya ke PKB, partai yang didirikan oleh Gus Dur.

Ia juga mengatakan bahwa kolaborasi antara NU dan PDIP merupakan kolaborasi politik yang lebih berorientasi pragmatis.

“Pertanyaannya, mampukah Yenny Wahid membangun koordinasi mesin politik di antara mesin-mesin NU yang ada dengan baik. Karena tidak semua warga NU afiliasinya ke PKB kan? Ini menjadi menarik, NU dengan komandan Yeni Wahid berkolaborasi dengan PDI-P. Mungkin Yeni Wahid bisa memobilisasi mesin politik muslihat yang ada sampai pelosok-pelosok desa. Dan ini kolaborasi politik yang sesuai dengan konteks politik saat ini yang lebih berorientasi pragmatis,” ungkap Aminah.

Maka dari itu, ia menyarankan agar Ganjar-Mahfud tidak hanya mengandalkan dukungan tokoh publik, seperti Yenny Wahid yang merupakan putri dari mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, melainkan juga menyampaikan gagasan-gagasannya secara jelas dan konkret kepada publik. Dia mengatakan bahwa substansi dan ideologi juga harus menjadi pertimbangan utama dalam menilai kandidat. (ita)

barikade gus dur Ganjar Pranowo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.