Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Soekarwo: Seni Budaya Ciptakan Kedamaian

Soekarwo: Seni Budaya Ciptakan Kedamaian

SENI BUDAYA redaksi11/07/2018 - 11:00 WIB

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, menyatakan seni dan budaya menjadi elemen penting dalam merajut kebersamaan dan perdamaian di Indonesia. Berbagai potensi konflik dapat diredam dengan baik menggunakan pendekatan budaya.

“Apa saja sekarang bisa menjadi konflik, tapi begitu seni dan budaya masuk, akan menjadi penuh senyum dan saling sapa. Karena hidup harmoni menjadi sangat penting di Indonesia, dan itu bisa dilakukan karena hasil dan peristiwa budaya. Budaya dapat membasuh kekotoran dalam hati kita,” tuturnya saat membuka Festival Kebudayaan Indonesia, (FKI) ke-10 di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan Pasuruan, Sabtu, (7/7) malam.

Ia menjelaskan Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki akar sejarah dan memiliki basis budaya yang kuat. Tercatat dua pendiri kerajaan besar nusantara yang berada di Jawa Timur, yaitu Singasari didirikan oleh Ken Arok dan Majapahit didirikan Raden Wijaya.

Budaya yang sudah sangat baik, menurut Pakde, perlu diikuti dengan basis spritual. Keduanya akan menjadi modal penting membangun peradaban menuju masa depan Indonesia yang cemerlang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jarianto, mengatakan FKI ke-X berlangsung dari tanggal 7-9 Juli 2018, dengan mengambil tema “Seni, Identitas, dan Realitas”.

Kegiatan ini merupakan agenda dua tahunan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSENI), hasil kolaborasi serta diikuti oleh 9 Perguruan Tinggi seni se-Indonesia, antara lain ISI Denpasar, ISBI Aceh, ISBI Tanah Papua, ISBI Bandung, Institut Kesenian Jakarta, ISI Jogjakarta, ISI Surakarta, ISI Padang Panjang, dan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya yang didapuk menjadi tuan rumah.

Jarianto menambahkan Pementasan FKI menjadi ajang untuk menunjukkan beragam eksistensi, memamerkan puncak prestasi Perguruan Tinggi, dalam berbagi, berdialog dan proses edukasi civitas akademik dengan masyarakat melalui sajian karya seni yang beridentitas budaya kuat.

“Nanti akan ditampilkan keberhasilan praktik kreatifitas seni, termasuk pelestarian dan pengembangan identitas budayanya, dan di wilayah Perguruan Tinggi Seni masing-masing. Diharapkan menumbuh kembangkan forum komunikasi dan interaksi seni yang berkualitas antar Perguruan Tinggi Seni di Indonesia melalui pertunjukan, pergelaran, pameran, tayangan, workshop, dan seminar seni,” terangnya.

Jalin Kerjasama Dinas Pariwisata
Sementara Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meminta sekolah tinggi seni bekerjasama dengan Dinas pariwisata di daerah masing-masing. Hal tersebut dinilai penting agar keduanya dapat berkembang dan menghasilkan nilai lebih.

“Jadi seni harus bisa jadi industri. Angkat kearifan lokal. Barangkali perlu satu mata kuliah yang mendukung itu, yaitu art management atau art enterpreneurship. Jadi bisa diajarkan kolaborasi dengan bisnis travel, hotel dan lainnya, saya yakin pasti bisa. Saya akan minta kegiatan seni yang lebih banyak, dan itu didanai oleh Kementerian,” katanya.

Ia mengusulkan kepada para rektor perguruan tinggi seni agar memasukkan kurikulum tentang industri kesenian. Pasalnya, hal tersebut sangat penting bagi perkembangan pendidikan tinggi seni itu sendiri.

“Barangkali Pak rektor, perlu satu mata kuliah bagaimana seni bisa menjadi satu industri. Ini bisa dikemas dengan berkolaborasi dengan Disparbud, Pemda, Perhotelan, Travel, dan lain-lain” tuturnya.

Kemenristekdikti, kata Nasir, siap memfasilitasi penyelenggaraan festival kesenian. Oleh karena itu ia berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan di daerah lainnya. Apalagi, ia melihat seni dapat menjadi alat pemersatu bangsa. “Hidup tanpa seni rasanya seperti makan tanpa garam,” imbuhnya.

Menurut Nasir, rangkaian kegiatan festival ini tidak hanya merepresentasikan berbagai riset dan tanggungjawab terhadap kemajuan seni dan teknologi mutakhir, tetapi juga sekaligus merealisasikan langsung keilmuan seni dalam interaksi sosial masyarakat melalui karya seni pertunjukan, seni rupa, dan film. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.