Software Solusi Kerumitan Perpipaan
PERISTIWA TEKNOLOGI

Software Solusi Kerumitan Perpipaan

Sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember tidak pernah berhenti melahirkan berbagai inovasi untuk masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh dosen Departemen Teknik Mesin ITS Nur Ikhwan ST MEng yang berhasil mengembangkan perangkat lunak simulasi pemilihan pompa (pump sizing).

Lelaki yang kerap disapa Ikhwan ini menjelaskan, pompa merupakan salah satu alat yang banyak digunakan dalam industri yang melibatkan cairan. Untuk menentukan pompa yang tepat, maka dibutuhkan pula perhitungan yang tepat.

“Perhitungan tepat dapat diperoleh dengan bantuan perangkat lunak untuk menyimulasikan perhitungan sebelum diaplikasikan ke dalam kondisi nyata,” paparnya.

Menurut Ihkwan, keberadaan perangkat lunak tersebut juga sangat penting untuk menunjang pembelajaran mata kuliah yang berkaitan dengan perpipaan.

Namun, untuk dapat menggunakan perangkat lunak tersebut, selama ini pengguna harus menyewa dari luar negeri. “Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar dan hanya dapat digunakan pada beberapa perangkat,” ungkapnya.

Atas dasar tersebut, dosen lulusan Memorial University of Newfoundland, Kanada ini bersama tim merancang sendiri perangkat lunak simulasi pemilihan pompa untuk dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa.

Perangkat lunak tersebut dapat diakses di myITS Classroom oleh para mahasiswa yang membutuhkannya. “Tentunya dengan adanya perangkat lunak ini, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa perangkat lunak buatan luar negeri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ikhwan menerangkan, perangkat lunak untuk simulasi pemilihan pompa tersebut terbagi menjadi tiga bagian. Bagian simulasi pertama bertujuan untuk menentukan head pompa.

“Head pompa sendiri merupakan energi yang diberikan oleh pompa ke cairan yang dipompakan sehingga dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” jelasnya.

Pada simulasi kedua, data head pompa pada praktikum pertama bersama-sama dengan data laju aliran cairan (debit) digunakan untuk menentukan jenis pompa yang tepat.

“Tidak berhenti sampai disitu, untuk menyempurnakan desain pompa yang didapatkan, maka perlu dipastikan bahwa pompa bekerja secara maksimal,” lanjut Ikhwan.

Oleh karena itu, pada simulasi ketiga bertujuan untuk memastikan pompa tidak mengalami kavitasi, yakni fenomena perubahan zat cair menjadi uap pada saat mengalir. “Kejadian tersebut terindikasi dengan timbulnya gelembung uap, getaran, dan suara bising yang dapat menurunkan kinerja dan dapat merusak pompa,” jelas Ikhwan.

Ia mengakui, perangkat lunak yang dikembangkan di bawah laboratorium Mekanika Fluida Departemen Teknik Mesin ITS tersebut sudah digunakan oleh para mahasiswa sejak 2021 lalu.

“Saya harap dengan adanya perangkat lunak untuk simulasi pemilihan pompa yang kami rancang ini dapat membantu para mahasiswa memahami pembelajaran analisa sistem perpipaan dengan akses yang mudah,” pungkasnya. (ita)