Spectaxcular, Ajang Sosialisasi SPT Pajak
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Spectaxcular, Ajang Sosialisasi SPT Pajak

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jatim 1 menggelar kegiatan kampanye penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak secara online yang bertajuk Spectaxcular.

Spectaxcular merupakan kegiatan rutin tahunan ini bertujuan mengedukasi wajib pajak dan calon wajib pajak, agar memenuhi segala kewajibannya, baik pelaporan pajak maupun pembayaran pajaknya.

Selain fun bike, gelaran Spectaxcular juga diisi senam bersama, hiburan dan doorprize. Kanwil DJP Jatim 1 juga menggelar layanan perpajakan seperti aktivasi EFIN, e-billing, asistensi pelaporan SPT Tahunan melalui e-filing, dan layanan konsultasi perpajakan lainnya.

Kepala Kanwil DJP Jatim 1, Eka Sila Kusna Jaya mengatakan, batas akhir penyampaian SPT Tahunan untuk individu adalah akhir Maret, sementara kalau untuk perusahaan atau badan usaha, pelaporan sampai 30 April.

“Karena itu kami menggelar acara ini di bulan Maret ini untuk mengingatkan para wajib pajak untuk segera melakukan pelaporan SPT Tahunan,” terangnya kepada media di arena Car Free day (CFD), Minggu (08/03).

Eka juga mengajak seluruh stakeholder untuk mensukseskan pencapaian pajak karena hal ini hanya mungkin berhasil bila mendapat dukungan semua masyarakat.

“Tahun 2019 target pajak kami sebesar Rp 50 triliun dan tercapai 87%, diatas rata-rata nasional. Tahun ini, targetnya Rp 55 triliun. Ini tentu membutuhkan dukungan seluruh wajib pajak,” tambah Eka.

Melalui kegiatan ini, lanjut Eka, diharapkan masyarakat merasa lebih dekat dengan DJP dan tumbuh awareness terhadap pajak, sehingga segera menyampaikan SPT Tahunannya secara mandiri dan tepat waktu melalui e-filing.

“Melalui acara ini, kami berharap para wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan dengan mandiri dan tidak perlu lagi antri ke kantor pajak hanya untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Cukup melalui website DJP Online masyarakat bisa melaporkan pajaknya,” terang Eka.

Eka juga mengingatkan bahwa kita hidup di Kota Pahlawan, karenanya kita harus juga bisa menjadi pahlawan.

“Kita ini hidup di Kota Pahlawan, makanya ini adalah saatnya kita semua menjadi pahlawan bangsa, dengan berkontribusi terhadap pemenuhan pembiayaan berbangsa dan bernegara melalui pajak,” pungkasnya. (ist)