Suasana Religi di RS Lapangan Indrapura
KESEHATAN PERISTIWA

Suasana Religi di RS Lapangan Indrapura

Suasana religius di bulan Ramadhan dijadikan momentum relawan yang tergabung dalan Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI) meluncurkan program baru.

Apa itu? Adanya fasilitas ibadah untuk kaum muslim berupa peralatan sholat dan penyediaan Alquran bagi pasien di zona merah di lingkungan RSLKI.

Ketua Pokja Peribadatan PPKPC-RSLKI Achmad Nanda Renaldi mengatakan program baru itu diberikan agar pasien yang ingin menjalankan berbagai ibadah di bulan suci Ramadhan bisa maksimal.

Aktivitas sholat fardhu dan sholat tarawih bisa dilakukan para pasien RSLKI secara berjamaah di musholla yang ada di zona merah RSLKI.

Sejumlah kitab suci Alquran diperuntukkan bagi para pasien yang ingin tadarus selama isolasi dan penyembuhan di RSLKI, juga disiapkan dalam kondisi baru.

Dua relawan, Renaldi dan Achmad Maulana turun ke zona merah melakukan dropping peralatan sholat dan Alquran secara khusus dengan mengenakah APD level 3 di musholla RSLKI.

“Harapan kami dengan support ini, semangat beribadah pasien meningkat hingga berdampak positif peningkatan imunitas pasien RSLKI,” kata Renaldi usai melakukan dropping.

Sedang pelaksanaan sholat fardhu dan sholat tarawih bagi Nakes dan relawan yang bertugas di zona hijau, dilakukan di Masjid As-Syifa yqng sebelumnya gedung Museum Kesehatan.

“Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta fasilitas kebersihan seperti handsanitizer dari BPBD diharapkan jalannya ibadah tetap khusuk dan kesehatan serta keselamatan relawan tetap terjaga,” tambah Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Apal Supendi SE MMAk selaku fasilitator operasional RSLKI.

Makan Tetap
Untuk makanan dan ketersediaan asupan gizi bagi pasien dan nakes serta relawan, tetap dijadwalkan seperti biasa. Yakni pagi pukuk 05.00 wib. Siang pukul 12.00 serta sore/malam pukul 17.00 WIB. Ketersediaan makanan diasumsikan, pasien tidak puasa karena masih dalam kondisi sakit.

“Dari bagian Gizi, kami menyiapkan asupan sesuai dengan perhitungan akg. Iji lebih dari cukup,” kata Akhmad Bima Nugraha AmdGz selaku bagian gizi RSLKI

Rinciannya, lebih dari 1800 kalori bagi pasien. Belum lagi ditambah snack dan susu atau sari buah atau probiotik. Khusus untuk Nakes dan pasien yang memilih berpuasa, ada pergeeeran jadwal. Sahur pukul 03.00-03.30 WIB, yang lainnya tetap,” terang Akhmad Bima Nugraha.

Melalui konsep ‘be Happy’ dengan penanganan yang komprehensif dan meminimakan penggunaan obat agressif, RSLKI telah membantu banyak pasien dalam mencapai kesembuhan dari covid-19.

Upaya peningkatan imunitas pada pasien covid-19 dilakukan melalui berbagai upaya. Baik pendampingan dari psikologis, ekonomi, sosisal kemasyarakatan dan lingkungan sekitar telah memberikan dampak signifikan.

Sebagaimana diketahui bersama, tingkat kesembuhan RSLKI merupakan tertinggi di Jawa Timur. Hingga Selasa (13/04), RSLKI yang dikomandani Laksma TNI Dr IDG Nalendra DI SpB SpBTKV, sudah menangani 7.156 pasien. Tingkat kesembuhan sebanyak 6.863 orang. Angka kematian 1 orang selama lebih dari sepuluh bulan beroperasi di Surabaya. Sempat mencapai angka rata-rata hunian 300-an pasien per hari pada Desember 2020 dan Januari 2021. Saat ini, jumlah pasien tinggal 40 orang. (ita)