Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Sucofindo Sosialisasi Lawan Radikalisme

Sucofindo Sosialisasi Lawan Radikalisme

KOMUNITAS redaksi18/11/2021 - 13:00 WIB

PT Sucofindo (Persero) berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar dengan tajuk “Pencegahan Paham Radikalisme di Lingkungan perusahaan BUMN”. Seminar ini terselenggara sebagai bentuk komitmen melawan radikalisme dan terorisme (12/11).

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH memberikan materi secara langsung kepada jajaran Direksi dan pegawai Sucofindo yang hadir secara offline maupun online.

Radikalisasi melalui ruang digital menurut Boy Rafly menjadi cara baru kelompok teror mencuci otak sasarannya di era kemajuan teknologi hari ini. Tidak sedikit pengguna internet terpengaruh narasi maupun kajian bernada intoleran, yang condong ke arah radikal terorisme.

“Dampaknya muncul kelompok-kelompok yang eksklusif, maraknya tren lone-wolf atau aktor tunggal dalam aksi terorisme, motivasi untuk berangkat ke daerah konflik, dan tindakan merugikan lainnya,” ujar Kepala BNPT ini.

Melihat fenomena tersebut, Boy Rafli mengimbau kepada pegawai Sucofindo agar selalu waspada terhadap narasi provokatif dan ajakan untuk bergabung dalam organisasi terlarang. Menurutnya, sebagai anak bangsa kita wajib untuk melakukan bela negara, dalam hal ini melawan radikal terorisme dan anti Pancasila.

“Jangan sampai teman-teman yang khususnya di BUMN terperangkap dengan ajakan ini, mereka umumnya menyampaikan seolah olah berjuang atas nama agama, ingin mencari sesuatu yang syahid,” kata Kepala BNPT.

Pegawai Sucofindo diharapkan paham dan sadar akan kewajiban sebagai anak bangsa untuk membela negara yang salah satunya dengan cara menolak paham radikal dan terorisme.

“Kita sebagai anak bangsa dalam kapasitas apapun wajib bela negara. Ketika ada gagasan yang bertentangan dengan ideologi dan konstitusi negara, maka ada langkah-langkah yang dilakukan dari mitigasi sampai penegakan hukum,” lanjutnya.

Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo Johanes Nanang Marjianto berkomitmen terus mendukung pemberantasan radikalisme di lingkungan kerja. Ia pun mengapresiasi kehadiran BNPT untuk memberikan pembinaan terhadap insan Sucofindo, menumbuhkan rasa nasionalisme dan menghindari masuknya paham radikalisme.

Selain itu, Sucofindo juga telah berupaya melakukan kegiatan anti radikalisme dengan menerapkan budaya yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, yaitu dengan penerapan nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Kolaboratif, dan Adaptif). “Nilai AKHLAK merupakan upaya preventif bersama dalam melunturkan radikalisme, menumbuhkan integritas untuk bangsa dan negara,” ujar Johanes Nanang.

Selanjutnya, Johanes Nanang memberikan apresiasi kepada pegawai SUCOFINDO atas komitmennya dalam kepatuhan mengimplementasikan nilai AKHLAK, sehingga mampu memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.

“Keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, usia, latar belakang pendidikan, dan generasi tidak melunturkan semangat dan tetap konsisten bersinergi untuk berkarya, mewujudkan rasa nasionalisme membangun kemajuan bersama,” kata Johanes Nanang. (sak)

Sucofindo Sosialisasi Lawan Radikalisme
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.