Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Sukma Ningrum, Duta Edelweiss 2018

Sukma Ningrum, Duta Edelweiss 2018

PROFIL redaksi24/11/2018 - 13:30 WIB

Melalui ketertarikan terhadap bunga edelweiss, Sukma Ningrum, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, terpilih menjadi Duta Edelweiss 2018.

Duta Edelweiss berperan sebagai ujung tombak media promosi dan branding semua hal tentang bunga edelweiss, terutama kelestarian dan konservasi di luar area konservasi melalui Desa Edelweiss yang dinaungi kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pemilihan yang diselenggarakan pada Hari Pahlawan itu merupakan serangkaian acara ‘Festival Land of Edelweiss’. Termasuk digelar peresmian Desa Edelweiss oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf SE MMA dan Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari SE.

Sebelum terpilih menjadi duta, banyak proses seleksi yang harus dilewati Sukma. Mulai seleksi administrasi, interview, dan tes fisik sampai terakhir di final yang dilaksanakan secara publik.

Sebelum interview, Sukma sempat terganjal restu orangtua karena meninggalkan kuliah dan harus menempuh perjalanan jauh Surabaya–Malang.

”Dengan memberikan pengertian dan penjelasan serta tekad bulat saya syukurlah orangtua merestui kembali,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, segenap proses hingga final pemilihan duta harus dilalui dengan kuliah aktif dan tugas kuliah. Harus ijin kuliah selama dua hari dengan melewatkan satu kuis dan posttest, Sukma bersyukur masih bisa mengikuti susulan.

Dalam proses seleksi itu pula, Sukma harus membuat video bersama empat orang tim kreatifnya. Pergi tengah malam dengan motor pribadi sampai ke Bromo yang kondisinya sangat dingin.

”Dengan kondisi seperti itu, kami harus mengelilingi TNBTS termasuk juga di Desa Edelweiss dan pada malam itu juga kami harus pulang karena besok kuliah pagi,” tutur Sukma.

Setelah pengumuman semua finalis, Sukma menyadari bahwa dirinya merupakan finalis yang paling muda. Ditambah lagi finalis lainnya umumnya sangat berbakat dan jago di bidang public speaking.

Meskipun begitu, Sukma meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa melakukan yang terbaik dan mengoptimalkan ilmu yang diperolehnya dari jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair.

”Sebagai mahasiswa teknik lingkungan, saya percaya diri dan menjadi bekal terbaiK karena ilmu di dunia perkuliahan berkorelasi dengan pemilihan Duta Edelweiss ini,” ungkap Sukma bangga.

Hal tersebut terbukti saat tahap interview awal dan sesi tanya jawab di tahap final. Sukma menuturkan bahwa para juri memberi tahu bahwa program kerjanyalah yang paling logis dan nyata dapat dilihat.

Saat sesi tanya jawab juga, jawaban Sukma ditunjang dengan data yang akurat dan undang-undang mengenai perlindungan bunga edelweiss.

Pada akhir, setelah perjuangan dengan sepenuh hati, Sukma berpesan bahwa mencari pengalaman dan mengoptimalkan peluang sekarang adalah upaya untuk tidak mengatakan kata menyesal pada masa mendatang. (ita)

Duta Edelweiss 2018 Sukma Ningrum Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Demi Mimpi Masuk FK UNAIR, Siswa SMA Ini Rela Tinggalkan Kursi Kuliah yang Sudah Diraih

26/06/2026 - 17:33 WIB

Tembus 6.335 Pendaftar, Mandiri UNAIR Jadi Pilihan Ribuan Calon Mahasiswa

26/06/2026 - 17:24 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.