Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Syarat Bahasa Daerah Bisa Masuk KBBI

Syarat Bahasa Daerah Bisa Masuk KBBI

SENI BUDAYA redaksi24/08/2018 - 16:00 WIB

Kosakata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada yang diserap dari bahasa daerah maupun bahasa asing.

Untuk menjadi kosakata bahasa Indonesia, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki, antara lain unik, eufonik, seturut kaidah Bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, dan kerap dipakai.

Kepala Bidang Pelindungan, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Ganjar Harimansyah mengatakan, eufonik menjadi salah satu kriteria sebuah kata bisa dimasukkan ke dalam KBBI.

“Salah satunya enak didengar, eufonik lah kalau dalam ilmu bunyi. Kemudian tidak ambigu kalau dituturkan oleh orang lain. Misalnya (kata) ‘ngabuburit’ kan sudah masuk di kamus. Sudah enak kan, bunyinya. Dan bagi orang yang sudah umum mudah dipahami, konotasinya tidak jelek. Sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. Seperti itu,” ujar Ganjar saat Diskusi Pendidikan Bersama Media tentang Bahasa di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, KBBI tersedia dalam dua versi, yaitu luring (luar jaringan) atau offline, dan daring (dalam jaringan) atau online. Aplikasi KBBI juga sudah bisa diunduh di ponsel pintar. Di dalam KBBI juga tersedia kategorisasi untuk mempermudah pengguna mencari makna kata.

“Kalau mau mencari ragamnya, klasik atau dari jenis bidang ilmu juga bisa. Kategorisasinya ada macam-macam, ya. Misalnya ada dari bidang entomologi,” tutur Ganjar. Selain itu beberapa bidang yang kategorinya terdapat di dalam KBBI antara lain bidang agama, manajemen, fotografi, meteorologi, olahraga, dan pendidikan.

Ganjar menambahkan, kategori bahasa daerah juga terdapat di dalam KBBI. Pengguna KBBI bisa mencari kosakata berdasarkan serapan dari bahasa daerah tertentu.

“Tidak hanya kosakata dari bahasa daerah. Misalnya dari bahasa Aceh sudah diserap berapa kosakata (di KBBI), itu bisa ketahuan, yaitu ada 126 (kata) yang diserap dari bahasa Aceh. Lalu dari bahasa Jawa ada 1.247 kata,” katanya.

Ia mengatakan, ragam bahasa daerah pun bisa berbeda kategori, seperti bahasa Melayu. “Ada Melayu Medan, Melayu Kalimantan, Melayu Malaysia, Melayu Manado, dan Melayu Riau. “Melayu sendiri sudah dipisah, ya. Biasanya yang banyak Melayu Riau,” tutur Ganjar.

Dilansir dari laman http://badanbahasa.kemdikbud.go.id , ada lima persyaratan untuk menjadi “warga” KBBI, yaitu :

– Unik. Kata yang diusulkan, baik berasal dari bahasa daerah, maupun bahasa asing, memiliki makna yang belum ada dalam bahasa Indonesia.

– Eufonik (enak didengar). Kata yang disusulkan tidak mengandung bunyi yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia atau dengan kata lain sesuai dengan kaidah fonologi bahasa Indonesia (mudah dilafalkan).

– Seturut kaidah bahasa Indonesia. Kata tersebut dapat dibentuk dan membentuk kata lain dengan kaidah pembentukan kata bahasa Indonesia, seperti pengimbuhan dan pemajemukan.

– Tidak berkonotasi negatif. Kata yang memiliki konotasi negatif tidak dianjurkan masuk karena kemungkinan tidak diterima di kalangan pengguna tinggi, misalnya beberapa kata yang memiliki makna sama yang belum ada dalam bahasa Indonesia.

– Kerap dipakai. Kekerapan pemakaian sebuah kata diukur menggunakan frekuensi (frequence) dan julat (range). Frekuensi adalah kekerapan kemunculan sebuah kata dalam korpus, sedangkan julat adalah ketersebaran kemunculan kata tersebut di beberapa wilayah. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.