Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Teladani Persahabatan J Leimena & M Natsir

Teladani Persahabatan J Leimena & M Natsir

KOMUNITAS redaksi16/10/2018 - 14:30 WIB

Menyambut kontestasi politik di tanah air, baik dalam pemilihan Bupati/Wali kota, pemilihan Gubernur, dan pemilihan Presiden yang akan berlangsung April 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk meneladani persahabatan dua tokoh nasional yang berbeda agama, yaitu Johanes Leimena dan Mohammad Natsir.

“Meskipun mereka berasal dari partai yang berbeda, Partai Kristen Indonesia dan Partai Masyumi, tetapi mereka sangat bersahabat, sangat bersaudara dalam visi kebangsaan, dan sahabat sejati dalam pergaulan sehari-hari,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Kristen Indonesia (UKI) ke-65, di Lapangan Bola, Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/10) pagi.

Menurut Kepala Negara, tidak ada saling mencela, tidak ada saling mencomooh, tidak ada saling memfitnah. “Inilah keteladanan-keteladanan yang harus kita ambil, kita pakai,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa negara kita ini negara besar, dengan perbedaan-perbedaan yang sangat banyak, perbedaan suku, agama, tradisi, adat, bahasa daerah, semuanya berbeda.

Indonesia, lanjut Presiden, sekarang memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, memiliki adat yang berbeda, memiliki tradisi yang berbeda. Presiden membandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki 4 suku, atau Afganistan yang memiliki 7 suku.

“Negara mana yang memiliki perbedaan-perbedaan seperti yang tadi saya sampaikan, tidak ada,” tegas Presiden.

Oleh sebab itu, Jokowi berpesan jangan sampai karena pilihan Bupati, Wali kota, Gubernur, Presiden, kita menjadi seolah-olah sepertinya terbelah-belah, terpecah-pecah.

“Silakan mau pilih Bupati A, B, C dalam kontestasi politik di daerah, silakan. Silakan pilih Gubernur A, B, atau C kalau kandidatnya 4, D. Pilih yang terbaik. Ada pilihan Presiden, A dan B, silakan pilih A atau B,” ujar Presiden seraya menambahkan, ini adalah kontestasi politik.

Adu Ide
Menurut Jokowi, mestinya dalam kontestasi politik itu adalah adu ide, adu gagasan, adu program. Karena itu, Presiden meminta masyarakat adalah dilihat juga di dalam pilihan Bupati, pilihan Gubernur, pilihan Wali kota, pilihan Presiden, prestasinya seperti apa, rekam jejaknya, track record-nya seperti apa.

“Jangan adu celaan, saling mencela, saling memaki, saling menghujat, saling memfitnah. Itu bukan tata krama Indonesia, itu bukan etika Indonesia,” tutur Jokowi.

Presiden mengingatkan mengenai tantangan-tantangan besar yang dihadapi Bangsa Indonesia di hadapan mata, yaitu ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, terorisme, dan radikalisme. “Itu tantangan-tantangan yang akan kita hadapi ke depan,” tukasnya. (sak)

Dies Natalis Universitas Kristen Indonesia (UKI) J Leimena Joko Widodo Jokowi M Natsir Pipres 2019
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.