Bunda Literasi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mendorong keluarga Indonesia membangun kebiasaan membaca minimal 30 menit setiap hari sebagai langkah konkret memperkuat budaya literasi. Seruan itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam forum literasi di Gedung DPR RI, Rabu (11/2/2026).
Menurut Arumi, literasi merupakan instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai pembiasaan membaca di rumah menjadi fondasi utama sebelum intervensi pendidikan formal dilakukan.
“Literasi adalah tangga ekonomi. Anak yang terbiasa membaca memiliki peluang pendidikan lebih tinggi dan masa depan lebih sejahtera,” ujarnya.
Data Perpustakaan Nasional RI menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Jawa Timur tahun 2024 mencapai 77,15, meningkat dari 69,78 pada 2023 dan berada di atas rata-rata nasional 72,44. Pada indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2024, Jatim mencatatkan skor 78,60, juga melampaui nasional 73,53.
Arumi menjelaskan, kebiasaan membaca berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang terbiasa mendengar cerita memiliki kosakata lebih kaya dan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik.
Selain itu, literasi perempuan dinilai memiliki dampak sosial signifikan. Ibu yang memiliki tingkat literasi baik cenderung lebih sadar kesehatan, memperhatikan gizi, serta aktif mengakses layanan imunisasi bagi anaknya.
Meski capaian Jatim cukup tinggi, Arumi menegaskan bahwa tantangan utama adalah menjaga konsistensi budaya baca di lingkungan keluarga. Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dari rumah.
“Kalau ingin Indonesia maju, mulailah dari 30 menit membaca setiap hari. Dari kebiasaan kecil itulah lahir generasi yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya. (tas)

