Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Tim HEBAT dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR berhasil meraih Juara III dalam ajang Nutrifood Research Center (NRC) Student Bootcamp 2025.
Pengumuman pemenang disampaikan oleh panitia pada Selasa (23/12/2025) di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, setelah seluruh finalis melewati rangkaian seleksi dan penilaian yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025.
Tim HEBAT mengusung program Hidup Sehat, Bugar, dan Tangguh, sebuah inisiatif edukatif berbasis promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM).
Fokus Remaja sebagai Kelompok Strategis
Dalam pelaksanaannya, program HEBAT menyasar 150 siswa dari lima sekolah menengah di Kabupaten Banyuwangi, yaitu SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Banyuwangi, MAN 1 Banyuwangi, dan SMKN 1 Banyuwangi. Program ini dipimpin oleh Muhammad Ridwan (Kesmas 2022) sebagai ketua tim, bersama Jhonatan Rameldo (Kesmas 2023) dan Hisyam (Kesmas 2024) sebagai anggota.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Prosesnya panjang dan kompetisinya sangat ketat, mulai dari penyusunan proposal hingga presentasi akhir,” ujar Ridwan.
Pemilihan remaja sebagai sasaran utama didasarkan pada urgensi pencegahan PTM sejak usia dini. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi obesitas remaja di Indonesia telah mencapai 26,5 persen, sementara tingkat konsumsi GGL pada kelompok usia ini masih berada di atas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dampak Program Terukur dan Signifikan
Hasil evaluasi menunjukkan program HEBAT memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan literasi kesehatan siswa. Pengetahuan terkait GGL meningkat sebesar 68 persen, dari nilai pre-test 42 persen menjadi post-test 78 persen.
Selain itu, sebanyak 92 persen siswa menyatakan komitmen untuk mengurangi konsumsi GGL melalui pledge card. Tingkat kepatuhan mencapai 85 persen pada minggu pertama, sementara keberlanjutan partisipasi daring tercatat 76 persen setelah satu bulan pelaksanaan program.
Berpeluang Dikembangkan Lebih Luas
Ke depan, Tim HEBAT berharap program edukasi pembatasan konsumsi GGL dapat diperluas melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi serta diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pendidikan kesehatan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti di kompetisi, tetapi terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Ridwan. (tas)

