Unair Salurkan 2.000 Paket Sembako
KOMUNITAS PERISTIWA

Unair Salurkan 2.000 Paket Sembako

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Universitas Airlangga kembali menggelar bakti sosial dan berbagi keberkahan Ramadan kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Sebanyak 2.000 paket sembako disediakan serta disalurkan UNAIR kepada masyarakat kelompok sasaran. Meliputi, tukang becak, driver ojek online, lansia, karyawan terkena PHK, serta masyarakat terdampak pandemi Covid-19 lainnya.

Dengan didampingi jajaran pimpinan, Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak melepas langsung distribusi paket sembako itu di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C akhir pekan lalu. Seluruh paket didistribusikan dengan 27 unit mobil. Terdapat total 24 titik wilayah sasaran pembagian paket sembako.

Menurut Ketua Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Dr Eko Supeno Drsn MSi dibanding sebelumnya, tahun ini jumlah paket sembako mengalami peningkatan. Sebelumnya sebanyak 1.500 paket sembako. Diharapkan tren kenaikan itu dapat bertahan sampai dengan tahun-tahun berikutnya.

”Kali ini sasarannya (wilayah, Red) merata di seluruh Surabaya dan sekitarnya. Wilayah Surabaya Utara, Timur, Selatan, Barat, sampai dengan wilayah Surabaya Pusat. Kita juga akan membagikan secara on the spot,” ucapnya.

”Juga, terima kasih kepada tim BKMP dan tendik, 2.000 paket dengan isi 8 item sembako dapat kita selesaikan dengan waktu yang relatif singkat,” tambah Dr Eko.

Sementara itu, rasa syukur dan terima kasih turut disampaikan Prof Nasih dalam sambutannya. Mengingat, kegiatan berbagi kemanfaatan dan keberkahan untuk masyarakat yang membutuhkan dapat kembali dilaksanakan UNAIR tahun ini. Bahkan dengan cakupan sasaran yang lebih besar, yaitu 2.000 paket sembako.

”Khususnya di era seperti saat ini, pandemi Covid-19. Tentu ini sangat dibutuhkan kelompok masyarakat yang cukup rentan,” ungkapnya.

Diharapkan, penyaluran paket sembako itu dapat benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat. Di sisi lain, sebut Prof Nasih, kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian implementasi program Sustainable Development Goals (SDGs) UNAIR. Khususnya pada poin pertama, No Poverty.

”Mudah-mudahan kita tetap diberikan ke-istiqomahan (konsistensi) untuk menebar kemanfaatan, kemashlahatan, dan kebaikan kepada masyarakat, bangsa Indonesia. Serta semoga menjadi rahmat bagi seluruh sekalian alam,” katanya.

Pada akhir, Prof Nasih turut berterima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan. Baik material maupun non-material. Kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi situasi dan keadaan apapun di tengah masyarakat sangat penting terus diperkuat.

“Terima kasih, semoga ini menjadi berkah bagi kita semua. Bagi UNAIR, bagi masyarakat. Dan kita diberikan kekuatan untuk terus menyebarkan ilmu pengetahuan dan kebaikan. Tetap semangat, tetap sehat,” pungkas Prof Nasih. (ita)