Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang memberikan kontribusi dalam pembangunan peradapan manusia. Hal ini ini diketahui dalam paparan sharing session di Harris Hotel Gubeng, Kamis (17/10) lalu.
Sharing session menghadirkan Prof Mohammad Nasih Rektor UNAIR dan Prof Badri Munir Sukoco Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan UNAIR. Dalam forum itu, Rektor Universitas Airlangga memaparkan sejumlah dampak sosial dan ekonomi Universitas Airlangga terhadap masyarakat di Jawa Timur.
Forum itu dihadiri redaktur dan wartawan dari berbagai media massa, baik online, cetak, televisi, maupun radio, serta stakeholder dari Koordinator Informasi dan Humas yang ada di fakultas dan unit di UNAIR. Forum itu menjadi ruang bertukar informasi seputar perkembangan berbagai informasi terbaru tentang UNAIR.
Dalam kesempatan itu, Rektor UNAIR menyampaikan bahwa ada sebanyak Rp 5,34 triliun pertahun kontribusi perekonomian mahasiswa UNAIR, Rp 1,63 triliun kontribusi dosen dan tenaga kependidikan, dan Rp 58 miliar kontribusi mahasiswa internasional. Mahasiswa internasional UNAIR tersebar di seluruh dunia hingga mencapai 42 negara.
Dalam hal pengabdian masyarakat, UNAIR berkontribusi terhadap perekonomian sebesar Rp 80 miliar, dalam hal penelitian sebesar Rp 260 miliar, dan Rp 547 miliar kontribusi perekonomian lulusan UNAIR dalam tiga tahun terakhir
“Totalnya, UNAIR berkontribusi menyumbang sebanyak Rp 7,92 triliun untuk perekonomian Jawa Timur. Angka itu setara dengan 0,36 persen perekonomian di Jawa Timur,”ujarnya.
Dalam bidang sosial, UNAIR telah menyalurkan dana sebesar Rp 16 miliar setiap tahun untuk kegiatan sosial. Hal itu mencakup sebanyak 2.215 program kegiatan KKN yang dilakukan setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia, sebanyak 5.186 mahasiaswa mengikuti KKN tiap tahun, sebanyak 359 desa dibina setiap tahun, sebanyak 19.681 mahasiswa menerima beasiswa dalam tiga tahun terakhir, dan sebanyak 1.171 mahasiswa berwirausaha dalam dua tahun terakhir.
Dalam bidang kesehatan, UNAIR memiliki sebanyak tiga rumah sakit. Setiap hari, sebanyak 600 pasien ditangani oleh RS UNAIR, RS Gigi dan Mulut UNAIR, dan RS Hewan UNAIR. Sebanyak 1.320 penelitian dengan subject kesehatan terindeks Scopus.
Sebanyak 72 persen dokter di RS Dr Soetomo, rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, adalah alumnus UNAIR. Sebanyak 1.800 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNAIR tersebar di seluruh Jawa Timur.
Dan sebanyak 1.320 mahasiswa program pendidikan dokter gigi spesialis lulus dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, UNAIR adalah satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki Lembaga Penyakit Tropis. (ita)

