Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Usia Bukan Halangan Meraih Gelar

Usia Bukan Halangan Meraih Gelar

PROFIL redaksi30/09/2017 - 14:00 WIB

Wisuda ke-116 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melahirkan satu sosok spesial, Dr Ir Djoko Irawan MS namanya.

Bagaimana tidak, di usianya yang tidak muda lagi, Djoko, sapaan akrabnya masih mau belajar dan berhasil meraih gelar doktor Teknik Sipil sekaligus menjadikannya lulusan tertua di ITS.

Lantas apa rahasia Djoko sehingga berhasil lulus dari tingkat pendidikan tertinggi di usianya yang telah mencapai angka 58 tersebut?

Djoko mengaku rahasia sukses perjuangannya hanyalah ketekunan. Ia mengakui, faktor usia membuat ia tidak lagi mampu untuk belajar semalaman suntuk seperti kebiasaan mahasiswa saat ini. Namun ketekunan membantunya menutupi celah tersebut.

“Belajar itu tergantung diri sendiri, saya hanya mencoba tekun terhadap apa yang telah saya mulai,” terang Djoko kepada kru ITS Online.

Ketekunan dan kemampuan membagi waktu Djoko benar-benar diuji selama menjalani enam semester menempuh program doktor. Selain disibukkan dengan riset dan belajar, ia juga tetap harus menjalani kewajiban mengajar sebagai dosen dan membimbing tugas akhir.

Kesibukan itu bertambah lantaran harus melakukan pekerjaan tambahan sebagai konsultan dan membagi waktu untuk keluarga.

“Karena saya kuliah dengan biaya pribadi jadi tetap harus mencari pekerjaan tambahan, meskipun jumlahnya tidak sebanyak saat sebelum mengambil program doktor,” kenang mantan kepala Laboratorium Struktur Departemen Teknik Sipil tersebut.

Untuk mengatasi kesibukannya tersebut Djoko mencoba untuk benar-benar fokus dan komitmen terhadap pembagian waktu yang sudah ditetapkannya.

Waktu pagi sampai sore di kampus pun benar-benar ia manfaatkan untuk dapat menyelesaikan tugas dan risetnya sebagai mahasiswa doktor, serta untuk memenuhi kewajibannya sebagai tenaga pengajar.

Selain itu profesinya sebagai dosen diakui Djoko membuat ia tidak kesulitan saat harus belajar kembali, meskipun rentang waktu dengan program magisternya dulu berjarak sekitar 20 tahun. “Di sinilah keuntungannya mengajarkan orang lain, ilmunya akan terus diperbaiki sehingga tidak hilang,” ucapnya bijak.

Pada akhirnya ketekunan yang terus dibangun Djoko mengantarkannya lulus membawa nilai sempurna atau 4,0 dengan mengambil tema disertasi Plat Beton. Istimewanya lagi, meskipun sempat mengambil cuti satu semester akibat terkendala dana untuk riset, Djoko tetap mampu menjadi salah satu mahasiswa dengan kelulusan tercepat diantara rekan-rekannya yang jauh lebih muda.

Pria yang juga merupakan anggota band alumni-mahasiswa-dosen (Almados) ini pun saat ini sedang berusaha untuk mematenkan hasil disertasinya berupa plat beton persegi dan plat beton segitiga. Di samping itu ia sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar gelar guru besar, meskipun jarak usianya dengan batas akhir usia pengajuan guru besar sudah sangat dekat.

“Waktu saya sampai batas akhir pengajuan guru besar tinggal empat tahun lagi, saya akan berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.