Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) 2025 masih bergulir. Sebanyak 13 peserta penyandang disabilitas mengikuti serangkaian tes UTBK di Universitas Airlangga (UNAIR), yang berlangsung sejak Rabu (23/04) lalu. UNAIR menyediakan berbagai fasilitas ramah disabilitas sebagai komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
Peserta UTBK penyandang disabilitas asal Tuban, Naufal Arkham Oktora mengatakan bahwa UNAIR memiliki fasilitas yang begitu lengkap. “Sebelum saya memilih UNAIR sebagai tempat UTBK, saya sudah survei di kampus-kampus lain. Dan menurut saya, UNAIR memiliki fasilitas yang bagus dan lengkap. Misalnya di sini ada tersedia ruang khusus untuk alat pendengar,” ungkap siswa asal SMAN 1 Tuban itu.
Senada dengan Naufal, Ibrahim Thoriq Addyan, salah satu peserta UTBK penyandang disabilitas asal Sidoarjo menyampaikan kepuasannya mengikuti UTBK di UNAIR. Menurutnya, fasilitas yang disediakan sangat memadai. “Saya melihat UNAIR sebagai kampus yang luar biasa, ya. Fasilitas yang tersedia untuk teman-teman disabilitas juga sudah bagus. Bisa dilihat dari jalur khusus yang ada, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tidak hanya dalam bentuk fasilitas fisik, lanjut Ibrahim, para panitia dan pengawas UTBK di UNAIR juga turut memudahkan mobilitasnya. Hal tersebut sangat membantu baginya, mengingat Ibrahim harus menggunakan kursi roda dalam mobilitasnya. “Dari pengawasnya juga sangat membantu, mendorong kursi roda saya, mengantarkan, dan lain-lain,” imbuh peserta asal SMA Amanatul Ummah Surabaya itu.
Lebih lanjut, Ibrahim juga bercerita bahwa ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meraih kampus impiannya. Dengan persiapan yang matang, Ibrahim berharap ia dapat lolos dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) pada pilihan program studi yang ia tuju.
“Untuk persiapan, lumayan lancar. Saya sudah belajar melalui buku dan YouTube. Sekolah juga alhamdulillah memfasilitasi. Semoga bisa diterima di pilihan pertama,” katanya. Pada akhir, ia berpesan pada para peserta UTBK penyandang disabilitas untuk tidak putus asa. “Tetap semangat. Jangan takut terlihat beda, karena setiap dari kita memiliki keunikan masing-masing,” katanya. (ita)

