Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»‘Walang Kadung’, Garda Terdepan Pemadam Kebakaran

‘Walang Kadung’, Garda Terdepan Pemadam Kebakaran

KOMUNITAS redaksi05/10/2019 - 14:00 WIB

Tim Walang Kadung Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya selalu menjadi garda terdepan dalam pemadaman kebakaran yang terjadi di Kota Surabaya.

Pasalnya, tim yang menggunakan sepeda motor itu bisa lebih lincah ketika berada di jalan dan bisa masuk ke gang-gang sempit di perkampungan padat penduduk.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan sesuai dengan namanya, Walang Kadung itu diambil dari filosofi hewan walang yang bergerak cepat dan lincah, sehingga cocok dengan kendaraan PMK ini yang lincah dan bisa masuk ke gang-gang.

Awalnya, Walang Kadung ini hanya memiliki 2 unit sepeda motor khusus. Namun, setelah terlihat hasil dan efektivitasnya dalam memadamkan kebakaran, ditambahkan lagi 3 unit.

“Sekarang kami sudah punya 5 unit. Ke depannya memang berharap semua pos ada unit ini,” kata Irvan ditemui di sela-sela memantau jajarannya latihan di kantor PMK, Kamis (3/10/2019).

Menurut Irvan, kendaraan gagah dominasi warna merah itu, dibuat khusus dari Jepang dengan kapasitas mesin kawasaki 250 cc.

Dilengkapi pula dengan high pressure portable system, yaitu panjang selang 15 meter, tangki air plus foam 2 buah kapasitas 25 liter perbuah, tabung propelent 2 buah kapasitas 6 liter dengan kemampuan tekan 300 bar, dan kemampuan semprot jet 15 meter. “Jadi, memang dilengkapi peralatan khusus,” kata dia.

Selain itu, para rider juga menggunakan helm yang didesain khusus dan terkoneksi dengan alat komunikasi HT (handy talky), sehingga petugas yang mengendarai motor Walang Kadung itu sudah siap dengan seragam safety pemadam.

“Dengan alat ini, maka para pengemudi ini bisa fokus berkendara sembari melakukan koordinasi melalui alat komunikasi dari helmnya itu,” tegasnya.

Bahkan, Walang Kadung ini juga dilengkapi sirine yang sama persis dengan mobil PMK. Harapannya, masyarakat dapat mengambil posisi ke pinggir apabila mendengar suara sirine ini, sehingga tim ini lebih cepat sampai ke lokasi kebakaran.

“Kami juga berharap masyarakat lebih akrab dengan tim-tim ini, sehingga bisa memberikan jalan ketika melintas,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Surabaya ini juga memastikan bahwa personil Walang Kadung ini tidak sembarangan. Pasalnya, harus melalui tes khusus dan harus memiliki lisensi untuk mengendarai kendaraan ini.

Makanya, personilnya diambil dari tim Orong-orong yang merupakan tim andalan dari PMK. “Mereka ini fisiknya di atas rata-rata dan memiliki kualifikasi yang lebih dibanding personil lainnya,” tegasnya.

Irvan memastikan, Tim Walang Kadung ini sudah mengantongi ijin dari jasa marga untuk beroperasi dan melintas di jalan tol saat terjadi kecelakaan, sehingga nantinya PMK dapat membantu jika terjadi kebakaraan pada kendaraan di tol. “Kami juga bisa masuk tol sekarang dan bisa membantu saat terjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, apabila tidak ada kebakaran, tim ini biasanya rutin melakukan sosialisasi bahaya kebakaran dan sosialisasi cara pemadaman kebakaran. Sosialisasi itu biasanya dilakukan setiap hari ke perkampungan-perkampungan warga.

“Kemarin mereka sosialisasi di Kampung Malang dan Kalianak Timur. Jadi, kalau tidak sosialisasi ya latihan, itu yang kami terapkan jika tidak ada kejadian kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Gea, salah satu pengemudi Tim Walang Kadung mengaku senang sudah dipercaya masuk di tim ini. Ia juga mengaku tidak terlalu kesulitan masuk ke kampung padat penduduk karena sudah latihan. Bahkan, ia juga mengaku kendaraan ini lebih fleksibel dan lebih cepat tiba lokasi kejadian.

“Bisa nyalip meskipun berat, namun yang paling penting lebih cepat tiba di lokasi dan masuk di gang sempit juga tidak kesulitan,” kata dia sebelum menjajal Walang Kadung.

Gea berharap dengan adanya unit ini, masyarakat dapat lebih cepat tertolong. Baik dari rumah padat penduduk maupun kebakaran yang terjadi pada kendaraan.

“Terutama kendaraan ini memang fokus memberi pertolongan pertama dan membantu mengatasi kebakaran di lokasi yang padat penduduk,” pungkasnya. (ita)

Pemdam Kebakaran Surabaya Tim Walang Kadung
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.