Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Wayang Ajen dan Inspirasi dari Prancis

Wayang Ajen dan Inspirasi dari Prancis

SENI BUDAYA redaksi10/07/2018 - 15:00 WIB

Wayang Ajen adalah wayang fenomenal yang mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara. Bahkan, Ki Dalang Wawan Ajen alias Wawan Gunawan telah mendapat banyak penghargaan internasional.

Sebagai pencetus Wayang Ajen, Wawan Gunawan membangun sanggar tersendiri. Namanya Sanggar Wayang Ajen. Lokasinya berada di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.

Di tempat ini terpajang ribuan wayang golek tradisi dan kekinian. Lengkap dengan sejumlah piagam yang didapatnya.

“Rumah ini saya beli dan didesain ulang, sesuai dengan kebutuhan. Karena disini jadi tempat tinggal sekaligus sanggar,” terang Wawan.

Bagian dalam Sanggar Wayang Ajen cukup unik. “Memang bentuknya, khususnya bagian dalam, cukup unik ya. Karena, ada sentuhan dan lekukan mirip masjid, karena memang terinspirasi dari bangunan Masjid Alhidayah Ciamis. Tetapi, ada juga bagian yang tradisionalnya, dengan sentuhan ornamen ukiran Jepara,” paparnya.

Wawan mengaku mendapatkan inspirasi untuk membentuk sanggarnya saat mengunjungi Prancis tahun 2002.

“Jadi beberapa waktu lalu saya mengunjungi Montpellier, Prancis. Di sana saya melihat konsep yang menarik. Yaitu bangunan menyerupai sanggar, tapi juga untuk tempat pameran dan tempat tinggal, dan bisa dijadikan sarana wisata budaya. Inspirasi ini saya ambil dari sana,” jelas Wawan yang juga Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata.

Menariknya, Wawan tidak hanya menjadikan bangunan ini sebagai sanggar. Ia memadukan tempat ini sebagai lokasi beribadah, atau madrasah Wayang Ajen, juga memproduksi Wayang Golek dengan berbagai karakter. Termasuk memperbaiki wayang yang sudah rusak.

“Ini bukan hanya sanggar dan bengkel wayang. Tapi juga berfungsi sebagai madrasah tempat beribadah, di atas bisa untuk pengajian Manqib dan berdzikir. Disini kita membuat sendiri Wayang golek untuk Pertunjukan Wayang Ajen sesuai tokoh yang kita inginkan. Termasuk memperbaiki wayang-wayang yang rusak. Di sini kita juga menciptakan tokoh-tokoh baru sesuai yang kita inginkan,” paparnya.

Asal tahu saja, koleksi di Sanggar Wayang Ajen ini sangat lengkap. Untuk tokoh pewayangan, semuanya ada. Mulai dari tokoh-tokoh Mahabarata, Ramayana dan lain-lain.

Selain itu, wayang bercorak tokoh nasional pun ada. Seperti Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, dan Joko Widodo, dan lainnya. Termasuk juga para tokoh dari Sembilan Wali, alias Wali Songo dan wayang Selebritis.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap Wayang Ajen yang mampu melestarikan budaya secara konsisten.

“Pelestarian budaya sangat penting. Karena ini juga menyangkut sejarah bangsa. Dan Wayang Ajen mampu menjaga budaya dengan baik. Bahkan, dikaitkan dengan nuansa kekinian. Hal ini harus didukung,” terangnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.