Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Wayang Kulit Jadi Medium Pelestarian Air, UNAIR Kukuhkan Satgas Mata Air Lawang

Wayang Kulit Jadi Medium Pelestarian Air, UNAIR Kukuhkan Satgas Mata Air Lawang

PERISTIWA Tiara AS03/02/2026 - 09:58 WIB
UNAIR mengukuhkan Satgas Mata Air Lawang melalui pagelaran wayang kulit Bodronoyo sebagai upaya menjaga sumber air berbasis budaya lokal.

Pelestarian sumber mata air di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kini ditempuh melalui pendekatan budaya. Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) secara resmi mengukuhkan Satgas Mata Air Lawang dengan memanfaatkan seni tradisi wayang kulit sebagai medium edukasi dan penggerak kesadaran kolektif masyarakat.

Pengukuhan Satgas Mata Air tersebut digelar di Hotel OAK Lawang, Sabtu (31/1/2026), dan dikemas dalam pagelaran wayang kulit ringgit purwo klasik dengan lakon Bodronoyo Mbangun Kerukunan. Lakon ini dibawakan oleh Ki Triya Handoko, dalang tunanetra asal Desa Sumber Ngepoh, yang tampil memukau sekaligus sarat makna.

Lakon Bodronoyo dipilih karena merepresentasikan nilai gotong royong, keharmonisan sosial, dan relasi manusia dengan alam sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan air. Setelah pagelaran, acara dilanjutkan dengan sarasehan yang melibatkan akademisi, tokoh budaya, dan masyarakat setempat.

Guru Besar Antropologi Ekologi UNAIR, Prof. Dr. Drs. H. Muhammad Adib, MA, menuturkan bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi formal, melainkan harus ditopang oleh kesadaran budaya masyarakat.

“Air adalah martabat kehidupan. Melalui budaya, nilai-nilai menjaga alam dapat hidup dan diwariskan. Ketika jejaring sosial masyarakat kuat dan rukun, alam akan merespons dengan keberkahan,” ungkapnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, Prof Adib juga memperkenalkan buku terbarunya yang membahas relasi sosial dan tata kelola sumber daya alam di Jawa, sebagai refleksi atas pentingnya pendekatan antropologis dalam isu lingkungan.

Prosesi simbolis penyerahan Gunungan kepada dalang Ki Triya Handoko menjadi penanda dimulainya komitmen bersama menjaga mata air Lawang. Keterlibatan dalang tunanetra dinilai sebagai pesan moral bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk berkontribusi menjaga lingkungan dan peradaban.

Melalui Satgas Mata Air Lawang, Departemen Antropologi UNAIR berharap kampus dapat terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pusat produksi ilmu, tetapi juga sebagai mitra dalam merawat alam melalui pendekatan yang humanis, partisipatif, dan berbasis budaya lokal. (tas)

antropologi UNAIR budaya Jawa kearifan lokal pelestarian lingkungan Satgas Mata Air Lawang wayang kulit Bodronoyo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.