Minat masyarakat terhadap wisata berbasis edukasi dan lingkungan terus meningkat. Salah satu destinasi yang merasakan dampaknya adalah Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, yang sepanjang 2025 mencatat 86.021 pengunjung.
Kawasan mangrove yang tersebar di Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo ini tak hanya menjadi ruang rekreasi alam, tetapi juga sarana belajar mengenai pentingnya ekosistem pesisir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut Kebun Raya Mangrove dirancang sebagai kawasan konservasi yang ramah pengunjung, tanpa meninggalkan fungsi utama pelestarian lingkungan.
“Pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dan proporsional. Tujuannya agar pengunjung mendapatkan pengalaman edukatif sekaligus rekreatif, tanpa merusak ekosistem mangrove,” jelasnya.
Berdasarkan data UPT KRM, kawasan Gunung Anyar menjadi magnet utama dengan kunjungan mencapai 72.804 orang, terutama pada periode libur dan musim kemarau. Beragam fasilitas seperti perahu wisata, sepeda listrik, ATV, jogging track, hingga spot foto tematik menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga dan pelajar.
Sementara itu, KRM Wonorejo tetap difokuskan sebagai kebun raya dengan fungsi edukasi dan konservasi yang kuat. Fasilitas di kawasan ini disesuaikan dengan daya dukung lingkungan, seperti jalur jogging, kolam terapi ikan, dan wahana edukasi mangrove.
Tak hanya memberi manfaat ekologis, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga berkontribusi nyata terhadap ekonomi warga sekitar. Sebanyak 20 pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman mencatat total omzet Rp605,26 juta hingga November 2025.
“Pelibatan UMKM lokal merupakan bagian dari strategi pengelolaan berkelanjutan, agar manfaat kawasan ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Antiek.
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman publik bahwa Kebun Raya Mangrove Wonorejo berbeda dengan kawasan wisata mangrove komersial lainnya.
“Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat ilmiah dan konservasi yang kuat, sehingga seluruh aktivitas di dalamnya harus sesuai standar kebun raya,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan terus mengembangkan Kebun Raya Mangrove secara berimbang, dengan tetap menjaga harmoni antara konservasi lingkungan, edukasi publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (tas)

