Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Wisata Rumah Pengasingan Ende

Wisata Rumah Pengasingan Ende

JALAN-JALAN redaksi05/08/2024 - 15:00 WIB

Mengunjungi Ende, Nusa Tenggara Timur, adalah perjalanan menapak tilas jejak perjuangan Bung Karno. Di kota ini, Soekarno merumuskan dasar negara Pancasila saat masa pengasingannya. Setiap sudut Ende memancarkan semangat nasionalisme yang menggugah.

Berkunjung ke Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya sekadar suatu perjalanan wisata biasa. Kota ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam perjuangan dan pencarian identitas bangsa Indonesia, terutama terkait dengan pengasingan Ir. Soekarno, Presiden pertama Indonesia.

Soekarno diasingkan ke Ende oleh pemerintah kolonial Belanda dari 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938. Pengasingan ini tidak hanya sebagai hukuman politik, tetapi juga menjadi periode kritis dalam perkembangan pemikiran Soekarno.

Di Ende, Soekarno menghasilkan pemikiran-pemikiran besar, termasuk ideologi Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Salah satu tempat bersejarah yang dapat dikunjungi di Ende adalah rumah pengasingan Soekarno di Kampung Ambugaga, hanya beberapa menit dari Bandara Hasan Aroeboesman.

Rumah ini kini berfungsi sebagai museum yang memamerkan banyak artefak bersejarah, seperti biola Soekarno, tempat tidur, kursi, dan lukisan-lukisan karyanya.

“Rumah ini dibangun pada 1927 dan masih seperti sedia kala,” ujar Juru Pelihara Rumah Pengasingan Bung Karno yang bernama Syafruddin seperti dilansir Antara.

Berbeda dengan tahanan politik pada masa itu, yang dibuang ke Boven Digoel, Belanda sengaja mengasingkan Bung Karno ke Ende, terpisah jauh dari sahabat dan pendukung Bung Karno.

Siapa akan menyangka, masa-masa pengasingan tersebut justru memberikan kesempatan bagi Bung Karno untuk merenung dan menggali dasar negara hingga lahirlah Pancasila. Bung Karno memiliki kesempatan berdialog lintas agama termasuk dengan dengan Pastor Paroki Ende Gerardus Huijtink.

Dekat rumah pengasingan, terdapat Taman Renungan di mana Soekarno sering beristirahat di bawah pohon sukun. Tempat ini menjadi saksi bisu dari proses pemikiran Soekarno dalam merumuskan nilai-nilai Pancasila yang penting bagi bangsa Indonesia.

Tepat di bawah pohon sukun tersebut, terdapat tulisan Bung Karno yakni “Di kota ini kutemukan lima butir mutiara, di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila.”

Pohon sukun masa pengasingan Soekarno sudah tumbang sekitar tahun 1960 dan ditanam pohon sukun baru pada 1981. Meskipun pohon sukun yang asli sudah tidak ada, pohon penggantinya tetap menjadi simbol penting dalam sejarah Ende dan Indonesia.

Bung Karno banyak menulis naskah tonil. Sedikitnya ada 13 naskah sandiwara yang dibuat Bung Karno di Ende, yakni Dokter Setan, Rendo, Rahasia Kelimutu, Jula Gubi, Kut Kutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, Nggera Ende, Amoek, Rahasia Kelimutu II, Sang Hai Rumba, dan 1945.

Selain itu, Ende juga menyimpan makam Ibu Amsi, mertua Soekarno, yang merupakan bagian dari jejak sejarah keluarga Soekarno di kota ini. Penduduk setempat dengan bangga memelihara dan menghormati peran besar yang dimainkan oleh Bung Karno dalam sejarah modern Indonesia.

Kunjungan ke Ende bukan hanya akan memberikan pengalaman wisata sejarah yang mendalam, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan pentingnya tempat ini dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia.

Dari sini, kita bisa memahami bagaimana perjuangan dan pemikiran Soekarno mengilhami dan membentuk fondasi negara yang kuat dan berdaulat seperti yang kita kenal hari ini. (indonesia.go.id)

rumah ende
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.