Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
  • Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
  • Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
  • Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara
  • Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum
  • Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»1.000 Penari Remo Napak Tilas Sawunggaling

1.000 Penari Remo Napak Tilas Sawunggaling

PERISTIWA redaksi06/10/2025 - 14:00 WIB

Pagelaran budaya bertajuk Sembrani Bumi Nusantara 2025 dengan tema “Napak Tilas – Babat Alas Suroboyo” kembali digelar di Kota Surabaya, Minggu (05/10). Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah dengan penampilan tari remo massal yang melibatkan 1.000 penari pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya.

Acara dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Sebelum pementasan utama, rangkaian kegiatan dibuka dengan prosesi sungkeman di Makam Raden Sawunggaling atau Joko Berek yang berlokasi di Jalan Lidah Wetan Gang III.

Usai prosesi, para peserta mengikuti Gebyar Tari Remo Massal di Jalan Raya Lidah Wetan. Penampilan ini sekaligus menjadi tanda pemberangkatan peserta napak tilas menuju Taman Bungkul sebagai titik akhir kegiatan.

Dalam perjalanan menuju garis akhir, masyarakat disuguhkan teatrikal yang menggambarkan peristiwa pertemuan Joko Berek dengan Sawungsari dan Sawungrono.

Adegan tersebut menampilkan dialog antara ketiganya, termasuk pertarungan ayam jago yang kemudian dibawa lari menuju Kadipaten Surabaya (Balai Kota Surabaya) untuk menemui Tumenggung Jayengrono.

Setibanya di Taman Bungkul, peserta napak tilas disambut sesi Jajanan Ndeso yang menyajikan beragam kuliner tradisional. Prosesi kemudian ditutup dengan Sodoran Gendero Tunggul Yudho oleh Joko Berek bersama Tumenggung Jayengrono, disertai tumpengan sebagai simbol Sedekah Bumi Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tahunan ini.

“Wali Kota Eri Cahyadi menyambut baik gelaran Sembrani Bumi Nusantara yang telah tiga tahun digelar berturut. Beliau akan tetap support kegiatan ini,” ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, kegiatan semacam ini penting karena menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. “Karena ini kegiatan memperkenalkan dan mempertahankan budaya kepada adik-adik yang masih muda. Saya lihat mulai pojok penontonnya luar biasa,” katanya.

Lurah Lidah Wetan Surabaya, Andri Kurniawan menjelaskan, Napak Tilas Sawunggaling merupakan bagian dari rangkaian Sedekah Bumi yang sudah digelar tiga tahun berturut-turut.

“Ini dalam rangkaian acara sedekah bumi, ini tahun ketiga penyelenggaraan dan setiap tahun ada napak tilas. Jadi napak tilas ini menapaktilasi perjalanan Raden Sawunggaling ketika mencari ayahandanya yang bernama Adipati Jayengrono,” tutur Andri didampingi Ketua Pelaksana Sembrani Bumi Nusantara 2025 Prayugi Imaduddin.

Ia menceritakan, Raden Sawunggaling merupakan putra Adipati Jayengrono dari seorang selir di kawasan Lidah Wetan. Namun sejak kecil, Sawunggaling belum pernah bertemu ayahnya.

“Ketika dia dewasa, dia menanyakan kepada ibunya siapa ayahnya, akhirnya dia pergi ke Kadipaten Surabaya (Balai Kota Surabaya) dengan dibawain oleh ibunya semacam kain sebagai bukti kalau itu adalah dari ibunya,” jelasnya.

Menurut Andri, perjalanan napak tilas dari Lidah Wetan menuju pusat kota melambangkan semangat mencari jati diri sekaligus meneladani nilai sejarah perjuangan.

“Diharapkan pemuda-pemudi sekarang bisa mengetahui tentang cerita sejarah Sawunggaling dan juga diharapkan bisa melanjutkan budaya yang sudah ada ini di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Andri juga menuturkan, tahun ini kegiatan Sembrani Bumi Nusantara juga dirangkaikan dengan peresmian Monumen Ayam Jago di kawasan Lidah Wetan. “Yang membedakan kalau tahun kemarin itu memang belum ada monumen ayam jago, kalau sekarang sudah ada monumen ayam jago,” imbuhnya. (ita)

Sawunggaling
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum

16/07/2026 - 20:23 WIB

Comments are closed.

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.