Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
  • Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
  • Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara
  • Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum
  • Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien
  • KPID Jatim dan Universitas Brawijaya Himpun Masukan Publik untuk Penyempurnaan RUU Penyiaran
  • Pengurus MUI Jatim 2025–2030 Dikukuhkan, Khofifah Ajak Perkuat Dakwah Digital dan Cegah Kerentanan Sosial
  • Panen Salak Madu di Malang, Gubernur Khofifah Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

EKONOMI BISNIS Tiara AS16/07/2026 - 20:34 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya sebagai upaya memperkuat daya saing industri manufaktur.

Manufacturing Surabaya 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Grand City Convex Surabaya, Rabu (15/7/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi provinsi ini sebagai basis manufaktur, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kawasan Asia Tenggara melalui penguatan inovasi, teknologi, efisiensi energi, dan kolaborasi lintas sektor.

Memasuki penyelenggaraan ke-20, Manufacturing Surabaya 2026 mengusung tema “The New Industrial Hub in Eastern Indonesia”. Pameran ini menghadirkan lebih dari 300 technology showcase yang mengintegrasikan sektor manufaktur, energi, dan pertanian dalam satu platform.

Selain itu, lebih dari 200 perusahaan dari 15 negara dan wilayah turut berpartisipasi dalam ajang tersebut sebagai wadah bertemunya inovasi, investasi, teknologi, dan kolaborasi industri.

“Jawa Timur sebagai provinsi basis manufacturing, bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk Asia Tenggara,” ujar Emil.

Menurutnya, posisi strategis Jawa Timur harus terus diperkuat melalui kemampuan industri dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Revolusi Industri 4.0 telah mengubah lanskap persaingan global sehingga daya saing industri kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan berinovasi, memanfaatkan digitalisasi, meningkatkan efisiensi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan.

“Keunggulan kompetitif industri saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada kapasitas produksi. Yang menentukan adalah kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan produk yang semakin berkualitas serta berkelanjutan,” jelasnya.

Emil menambahkan, transformasi menuju industri berkelanjutan perlu dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi.

“Perkembangan teknologi manufaktur saat ini harus mampu menghasilkan produktivitas yang sama dengan konsumsi energi yang lebih efisien sehingga mampu menjawab tantangan industri ke depan,” katanya.

Menurut Emil, Manufacturing Surabaya 2026 menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, investor, akademisi, serta mitra usaha dalam membangun kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi sektor manufaktur.

“Manufacturing Surabaya yang sudah memasuki tahun ke-20 ini menjadi center of gravity untuk melihat teknologi-teknologi terbaru sekaligus mempertemukan para pelaku. Ketika para pelaku saling berbicara dan berkolaborasi, kita akan menjadi rumah bagi pengembangan manufaktur yang relevan terhadap tantangan masa depan,” katanya.

Ia menilai nilai utama pameran ini tidak hanya terletak pada hadirnya berbagai inovasi teknologi, tetapi juga pada terciptanya jejaring dan kemitraan strategis yang mampu memperkuat ekosistem manufaktur di Jawa Timur.

Lebih lanjut, Emil menyampaikan bahwa percepatan transisi energi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah cepat (quick win), seperti pemanfaatan penerangan jalan berbasis tenaga surya, penggunaan rooftop solar panel, hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri sekaligus memperkuat daya saing di tengah tuntutan pasar global.

Menurutnya, penerapan teknologi ramah lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan industri manufaktur yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, Emil berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, penyedia teknologi, perguruan tinggi, lembaga riset, serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar Jawa Timur mampu mempertahankan posisinya sebagai basis manufaktur nasional sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi dan kolaborasi industri di kawasan Asia Tenggara.

“Kolaborasi seluruh pihak akan menjadi modal penting agar Jawa Timur tetap menjadi rumah bagi pengembangan industri manufaktur yang inovatif, kompetitif, dan relevan dengan tantangan masa depan,” pungkasnya. (tas)

Emil Dardak Energi Terbarukan Grand City Surabaya industri manufaktur Investasi jawa timur Manufacturing Surabaya 2026 Revolusi Industri 4.0
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pengurus MUI Jatim 2025–2030 Dikukuhkan, Khofifah Ajak Perkuat Dakwah Digital dan Cegah Kerentanan Sosial

14/07/2026 - 19:42 WIB

Bank Jatim Raih Bisnis Indonesia Award 2026 sebagai BPD Beraset di Atas Rp40 Triliun

08/07/2026 - 14:34 WIB

Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan ASN melalui Kerja Sama dengan BKD se-Jawa Timur

06/07/2026 - 19:42 WIB

Bank Jatim Raih 7 Penghargaan INFOBANK-MRI Banking Service Excellence 2026

06/07/2026 - 19:37 WIB

ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia, Ini Keunggulan dan Cara Investasinya

03/07/2026 - 13:16 WIB

Melalui KAJS 2026, UNAIR dan OIC Satukan Peneliti Dunia Dorong Inovasi Energi Terbarukan

24/06/2026 - 14:27 WIB

Comments are closed.

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum

16/07/2026 - 20:23 WIB

Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien

15/07/2026 - 19:44 WIB

KPID Jatim dan Universitas Brawijaya Himpun Masukan Publik untuk Penyempurnaan RUU Penyiaran

15/07/2026 - 19:32 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.