Titik rawan macet di Kota Surabaya menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan sekaligus menerapkan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.
Instruksi tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat memimpin apel di Balai Kota Surabaya, Kamis (16/7/2026). Ia menegaskan bahwa Dishub harus lebih proaktif dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan tanpa harus menunggu arahan langsung dari wali kota.
“Hari ini teman-teman Dishub dan Satpol yang ada di ruas jalan, kalau di jam tertentu ketika macet harus membuat rekayasa lalu lintas. Jangan menunggu saya telepon,” ujar Eri.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah titik rawan macet yang belum mendapatkan penanganan optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktivitas, terutama pada jam-jam sibuk.
Eri mencontohkan kemacetan yang terjadi di kawasan Pakuwon Mall hingga Jalan Mayjen HR Muhammad. Ia menyayangkan persoalan tersebut belum segera ditindaklanjuti meski telah menjadi perhatian selama beberapa bulan.
“Jangan seperti itu, kalau saya bilang segera diselesaikan ya dilakukan. Jangan tidak segera dilakukan sampai akhirnya terjadi macet,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemkot Surabaya telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sebagai contoh penanganan kemacetan, salah satunya di kawasan Jalan Wali Kota Mustajab menuju Jalan Gubeng Pojok.
Pada jam-jam tertentu ketika arus kendaraan meningkat, pengendara dari arah Jalan Wali Kota Mustajab menuju Jalan Gubeng Pojok diarahkan melalui Jalan Jaksa Agung Suprapto guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Berkaca dari penerapan tersebut, Eri meminta Dishub Surabaya menyusun pemetaan titik rawan macet secara menyeluruh sehingga petugas dapat bergerak cepat ketika terjadi kepadatan kendaraan.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh petugas Dishub di lapangan untuk saling berkoordinasi menggunakan handy talky (HT) agar rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Dishub itu harus tahu titik yang rawan macet itu di mana, berdiri di sana, dikasih HT. Jangan hanya berdiri saja, tapi tidak bawa HT. Mulai hari ini kalau ada macet jangan hanya berdiri saja,” katanya.
Melalui langkah tersebut, Wali Kota Eri berharap jajaran Pemkot Surabaya semakin responsif dalam memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk mengatasi titik rawan macet yang berpotensi mengganggu mobilitas warga.
“Saya berharap mulai hari ini terjadi perubahan,” pungkasnya. (ita)

