Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Infrastruktur untuk Hadapi Era Persaingan

Infrastruktur untuk Hadapi Era Persaingan

PEMERINTAHAN redaksi07/09/2017 - 11:00 WIB

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi suatu negara guna menghadapi era persaingan di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jokowi (Projo) di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, pada Senin (04/09) malam.

“Negara ini memerlukan infrastuktur. Tanpa itu, jangan mimpi bisa bersaing. Jangan mimpi kalau pembangkit listrik, airport, pelabuhan enggak ada,” ujar Presiden.

Oleh sebab itu, pemerintahan yang dipimpinnya saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air. Mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta api, hingga pembangunan dan perluasan bandara serta pelabuhan.

Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah bukan hanya di Pulau Jawa, melainkan hingga ke wilayah perbatasan Indonesia dengan sejumlah negara tetangga. Menurutnya, pembangunan di perbatasan penting karena menyangkut harga diri dan martabat bangsa.

“Pembangunan perbatasan terkecil itu penting sekali. Saya selalu sampaikan kepada Menteri PU harus minimal dua kali lebih baik. Ini soal kebanggaan harga diri dan martabat. Masa kalah dengan negara tetangga?” tuturnya seperti dikutip dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Meskipun demikian, Presiden menyatakan bahwa kerja keras pemerintah harus diikuti dengan dukungan dari masyarakat. Namun, saat ini Presiden menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program-program yang sedang dijalankan pemerintah.

“Kasih tahu ke masyarakat kita sudah bekerja siang-malam, Sabtu-Minggu, untuk menyelesaikan yang riil dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Terakhir, Presiden tak lupa mengingatkan pentingnya menyebarkan nilai-nilai optimisme di dalam masyarakat serta bijak dalam menggunakan media sosial. Hal ini dilakukan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jangan sampai saudara sendiri berantem karena adu domba, jangan gampang terpancing. Sampaikan dalam media sosial rasa optimisme. Sampaikan kita majemuk dan beragam,” ujar Presiden.

Di awal sambutannya, Kepala Negara sempat menyinggung soal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Meskipun tahun depan sudah mulai memasuki tahun politik, namun Presiden menyatakan dirinya akan tetap fokus bekerja untuk rakyat.

“Kita semua harus menyadari bahwa tahun depan (2018), September, yang namanya Capres dan Cawapres sudah ditetapkan tahun depan. Sudah masuk tahun politik. Kampanye bagian Projo. Saya kerja saja,” ucap Presiden.

Hal tersebut juga berlaku bagi para jajarannya di Kabinet Kerja yang harus tetap fokus bekerja. Mengingat masih banyak hasil kerja pemerintah yang ditunggu oleh rakyat Indonesia.

“Saya selalu sampaikan menteri fokus saja pada pekerjaan, fokus saja, sudah. Karena pemerintah bekerja untuk rakyat bukan untuk siapa-siapa,” ungkapnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.