Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Kaltara Minta Sertifikasi N219 Dipercepat

Kaltara Minta Sertifikasi N219 Dipercepat

EKONOMI BISNIS redaksi26/05/2018 - 12:00 WIB

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Pemprov Kaltara terus menjajaki perkembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) guna percepatan realisasi rencana pembelian pesawat N-219 ‘Nurtanio’.

Pekan lalu, Gubernur menugaskan Kepala Biro Pembangunan Setprov Kaltara Risdianto dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid untuk mendengarkan langsung pemaparan dari PTDI terkait progress kesiapan pesawat N-219.

“Berdasarkan laporan dari Kepala Biro Pembangunan, PTDI memaparkan progress status sertifikasi dan update bisnis proposal untuk rencana pengadaan pesawat N219 oleh Pemprov Kaltara,” ujar Irianto.

Gubernur juga menyampaikan, PTDI menargetkan sertifikasi pesawat N-219 selesai pada Desember 2018. Dengan demikian, diharapkan 2 unit burung besi itu dapat diboyong ke Kaltara pada Agustus 2019.

Karena itu Gubernur berharap agar penerbitan sertifikasi pesawat N-219 dapat dipercepat, sehingga kontrak pengadaan 2 unit pesawat N-219 dapat ditandatangani pada tahun ini.

Pemprov Kaltara akan membantu percepatan dengan melakukan kunjungan ke Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan.

Seperti diketahui, pesawat N-219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23.

Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

“Pemprov juga menyampaikan bahwa pengadaan pesawat N219 ini diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan mobilisasi warga di daerah Kaltara, pelayanan kesehatan dan pendistribusian logistik,” sebutnya.

Pesawat N-219 Nurtanio pada dasarnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis. Pesawat ini dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

“Kita ingin bisa menjadikan pesawat N219 Nurtanio ini sebagai ambulans terbang. Tapi juga multifungsi karena ini bisa untuk penyaluran logistik dan pengangkut orang atau penumpang ke daerah-daerah terisolasi di kawasan perbatasan Kaltara,” kata Irianto.

Untuk skema pengadaannya, Pemprov pun menyampaikan kepada PTDI agar memberikan referensi bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merupakan satu-satunya produsen pesawat terbang di Indonesia. “Ini merupakan saran dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” sebut Gubernur.

Selanjutnya, Dishub dan PTDI akan menyusun studi kelayakan kebutuhan pesawat N219. “Untuk konsultannya akan ditunjuk oleh PTDI,” jelas Irianto.

Sebagai informasi, pesawat N-219 Nurtanio didesain sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama wilayah perintis, sehingga memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek yang tidak dipersiapkan, bahkan di tanah keras, berumput ataupun berbatu.

Pesawat ini juga sangat relevan dengan kondisi alam di Indonesia, yang pada umumnya berbukit-bukit dan terdapat banyak pegunungan. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.