Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Pelindo I Cari Mitra Kelola Pelabuhan

Pelindo I Cari Mitra Kelola Pelabuhan

EKONOMI BISNIS redaksi23/06/2018 - 09:00 WIB

Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatra Utara segera beroperasi begitu izin operasinya dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) berencana mencari mitra yang akan mengoperasikan pelabuhan yang terletak di Kabupaten Batubara itu.

Saat ini, Pelabuhan Kuala Tanjung dikelola PT Prima Multi Terminal yang merupakan anak usaha patungan antara PT Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan dan PT Waskita Karya. Ada beberapa perusahaan asing yang berminat mengelola Kuala Tanjung.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menyebutkan ada beberapa perusahaan yang sudah mengajukan lamaran. Hampir tiap pekan, ia kedatangan calon mitra. Ada lebih dari delapan calon mitra. Mereka berasal dari Qatar, Arab Saudi, Filipina, Prancis, Jepang, Cina, dan Hong Kong. “Kita akan adakan seleksi,” ujar Bambang Eka Cahyana di Jakarta.

Manajemen Pelindo I telah menunjuk penasihat seleksi. Sedang penasihan keuangan dipilih PT Danareksa. Bambang belum bersedia mengungkapkan calon mitra yang sudah mengajukan minatnya. “Awal Juli akan diumumkan tahapan proses seleksinya,” kata dia.

Bambang mengatakan, konsep pengelolaan di Pelabuhan Kuala Tanjung berbeda dengan pengelolaan pelabuhan di Jakarta di bawah Pelindo 2 yang menjual saham. Saham atau aset Pelabuhan Kuala Tanjung akan tetap dimiliki Pelindo I.

Perusahaan pelat merah ini hanya menjual hak untuk pengoperasiannya selama 15-20 tahun. Konsep ini dinilai paling tepat untuk pelabuhan yang dibangun dengan nilai investasi Rp 4 triliun ini. “Kalau menjual saham, kontrol operasi akan susah,” kata dia.

Pelabuhan Kuala Tanjung ini mempunyai kapasitas peti kemas sebanyak 600 ribu TEUs per tahun, 3,5 juta ton curah kering, dan 1,5 juta ton curah basah. Palabuhan memiliki dermaga sepanjang 1.000 meter.

Pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018. Peresmian itu sekaligus pencanangan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung tahap kedua dan ketiga. Bambang menyatakan pada tahap kedua akan dibangun kawasan industri untuk industri metal dan primer. Sedangkan tahap ketiga dedicated.

Untuk pembangunan tahap kedua dan ketiga, Pelindo membutuhkan Perpres untuk mempermudah pengadaan lahan. Rancangan Perpres sudah berada di tangan Seskab. Bambang mengharapkan Perpres bisa dikeluarkan akhir Juni.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap kedua dan ketiga akan membutuhkan lahan seluas 2.400 hektare. Untuk kawasan industri, Pelindo I sudah mendapatkan floating lahan dari Kementerian Perindustrian seluas 400 hektare untuk dibebaskan. “Seluas 100 hektare sudah dibebaskan, dan 200 hektare lagi dalam proses penelitian dokumen,” ungkap Bambang.

Pelindo memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tahap kedua sebesar Rp 11 triliun dan tahap ketiga Rp 23 triliun. Adapun tahap pertama membutuhkan investasi Rp 4 triliun sehingga total biayanya Rp 23 triliun. Sedangkan total lahan untuk ketiganya mencapai 3.500 hektare. (rep)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.