Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Marginalisasi Koperasi Terus Berlanjut

Marginalisasi Koperasi Terus Berlanjut

EKONOMI BISNIS redaksi26/07/2018 - 10:00 WIB

Dalam presentasinya di hadapan para peserta workshop Advokasi multi-lateral untuk untuk Pengembangan Koperasi di Asean (Multilateral Advocacy for Development of Co-operatives in ASEAN) yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya sore tadi (24/7/18) Eva Sundari memperingatkan adanya upaya pengkerdilan koperasi dalam Platform Visi Asean 2020.

“Ruang yang dibuka dalam Visi Asean adalah untuk hanya koperasi pertanian, ini marginalisasi badan usaha koperasi. Selayaknya pembatasan kepada perempuan oleh feodalisme hanya di peran domestik sehingga menimbulkan gender gap dan akibatnya pembangunan menjadi tuna keadilan”, kata Eva Sundari mengawali pidatonya.

Marginalisasi koperasi sudah dialami koperasi Indonesia, dimana UMKM berjalan pesat sementara koperasi berjalan amat lambat sehingga kontribusinya hanya di bawah 2% di perekonomian nasional.

Salah satu sebab adalah koperasi yang maju hanya simpan pinjam (keuangan mikro) sementara koperasi-koperasi produksi, distribusi maupun konsumen tidak berkembang (dikembangkan) sehingga koperasi selalu ada di pinggiran.

Forum yang diorganisir oleh International Co-operatives Alliances – ICA Region Asia-Pasific dan Uni Eropa dihadiri delegasi dari 10 negara Asean dan perwakilan EU.

Forum dibentuk untuk mencari upaya agar gerakan koperasi di Asean tidak terlindas oleh liberalisasi perdagangan termasuk jasa yang menjadi inti dari upaya integrasi perekonomian Asean.

Eva Sundari yang juga anggota Dewan Pengawas ICA Region Aspac mengharapkan Draft UU Koperasi Indonesia mempunyai roh yang lebih progresif yaitu menjadikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian sehingga bisa advokasi di tingkat Asean.

“Ini soal komitmen politik pemerintah untuk mengarus-utamakan koperasi dalam perekonomian sebagai strategi mewujudkan keadilan sosial. Hanya koperasi yang mempunyai fungsi redistribusi kekayaan dalam upayanya mensejahterakan anggota,” sambung Eva Sundari.

Hal ini sesuai asas demokrasi yang menjadi asas koperasi yaitu dari, oleh dan untuk anggota koperasi. Meski demikian, ada kritik dari Eva Sundari bahwa aktivis gerakan koperasi kurang melakukan lobby dan intervensi di parlemen.

Sementara pemerintah sangat agresif memintakan ratifikasi DPR untuk berbagai skema liberalisasi perekonomian, dan tidak melakukan upaya yang sama untuk penguatan koperasi. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.