Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»GMF Raih Pendapatan US$ 334.7 Juta

GMF Raih Pendapatan US$ 334.7 Juta

EKONOMI BISNIS redaksi03/11/2018 - 16:00 WIB

PT Garuda Maintenance Facility AeriAsia Tbk (GMF) mencatat pendapatan sebesar US$ 334,7 Juta atau naik sebesar 7.8% di kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan ini diikuti oleh laba bersih usaha yang dicatatkan sebesar US$27 Juta. Pendapatan ini didukung oleh sector Repair & Overhaul yang meningkat 14,1% dimana pergeseran konsentrasi bisnis sudah mulai dilakukan oleh GMF.

Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto mengatakan, pada kuartal ketiga ini, jumlah pengerjaan perawatan mesin pesawat meningkat signifikan sebesar 24% menjadi 102 pengerjaan.

“Perubahan fokus bisnis ini memiliki pengaruh pada posisi margin usaha yang berbanding lurus terhadap laba bersih,” ungkap Iwan.

Lebih lanjut lagi, GMF mencapai hasil maksimal dalam sisi operasional. Turn Around Time yang dihasilkan GMF mencapai angka 100%, Pemenuhan Service Level terhadap pelanggannya mencapai angka hampir sempurna 99,6% dan jumlah events perawatan meningkat 18% dari kuartal yang sama tahun 2017.

Disisi lain, GMF berhasil meningkatkan pendapatan dari non group afiliasi dengan rasio 43.3% berbanding 56.7%, sedangkan perbandingan rasio ditahun sebelumnya adalah 34,7% : 65.3%.

Inisiatif Strategis

Dalam kuartal ketiga, GMF berusaha untuk terus berkembang lebih pesat lagi demi mempersiapkan tantangan pasar di tahun yang akan datang.

Inisiatif strategis yang dicanangkan diawal tahun mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada kuartal ketiga 2018, GMF telah menandatangani Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan raksasa MRO dari Eropa, Air France Industri KLM E&M.

Kerja sama strategis ini meliputi pengembangan kapabilitas dan kapasitas, juga peningkatan serapan pasar di Kawasan Asia. Selain program kemitraan, GMF juga meresmikan fasilitas perawatan Landing Gear yang juga merupakan inisiatif strategis.

Bisnis perawatan mesin pesawat juga tak ketinggalan. GMF mencanangkan program perawatan ‘Engine Total Solutions’ untuk meningkatkan serapan pekerjaan perawatan mesin pesawat.

Dari segi realisasi investasi, GMF juga sudah merealisasikan investasi sejumlah US$ 32.7 Juta untuk pengembangan bisnis berupa ; pengembangan kapabilitas Engine CFM56-5B, pengembangan kapabilitas Landing Gear, serta pengembangan line maintenance untuk pesawat Airbus A320 NEO, Boeing 737 Max dan787.

Selanjutnya, sebesar US$ 3.8 Juta diinvestasikan untuk Operasional seperti pembelian Tools dan infrastruktur umum lainnya.

Iwan Joeniarto mengatakan, GMF terus mengupayakan pengembangan bisnis untuk menyerap pasar lebih besar lagi.

“Menjadi Top 10 MRO di dunia sudah di depan mata. Untuk itu kami terus secara agresif mengembangkan dan berinvestasi pada pengembangan bisnis agar dapat bersaing secara global dan membuktikan kualitas layanan GMF kepada dunia,” tutup Iwan. (sak)

PT Garuda Maintenance Facility AeriAsia Tbk (GMF)
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.