Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Nomadic Tourism Menawan di Belitung

Nomadic Tourism Menawan di Belitung

JALAN-JALAN redaksi08/11/2018 - 16:00 WIB

Konsep nomadic tourism mulai memberikan bukti sebagai solusi cepat kebutuhan amenitas untuk pariwisata. Konsep ini yang diterapkan Arumdalu Private Resort.

Lewat nomadic tourism, Arumdalu mampu menarik minat wisatawan datang ke Tanjung Kelayang, Bangka Belitung.

“Saya selalu katakan, nomadic tourism bisa menjadi 5S (solusi sementara sebagai solusi selamanya). Nomadic tourism itu mudah dan murah. Hanya perlu ada atraksi pariwisata yang menarik, maka pengadaan amenitas bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku yang bisa dipindah,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta.

Penginapan ini berada di Jalan Batu Lubang, Padang Kandis, Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Arumdalu memperkenalkan keseimbangan alam dibalut dengan sebuah konsep kemewahan. Atau bisa dikatakan cukup unik dalam dunia pariwisata.

“Banyak sekali wisatawan yang mendambakan experience saat berwisata. Dan konsep yang disajikan Arumdalu bisa menjawab kebutuhan itu,” kata Menpar Arief.

Lantas apa yang menjadikan Arumdalu menjadi istimewa di Belitung? Jawabannya adalah perpaduan antara keseimbangan manusia dan alam. Arumdalu sangat memperhatikan detail kedua hal tersebut.

Bukan terpaku soal ukuran kamar, tempat tidur dan juga fasilitas seperti hotel pada umumnya. Arumdalu memprioritaskan kenyamanan tamunya.

“Disini, kita menampilkan sisi berbeda untuk tamu-tamu kami. Pada dinding kamar, Anda akan melihat sebuah corak unik yang digunakan untuk memberikan kesan alami yang terbuat dari pasir lokal. Kamar juga telah dilengkapi dengan pendingin ruangan yang akan dimatikan pada saat tamu sedang berada di luar kamar,” ujar Marketing Officer Arumdalu Resort Mivtah Armandiyansah.

Semuanya untuk menghemat listrik seperti karakter hunian hijau. Bola lampu yang digunakan LED, karena selain hemat energi, LED lebih tahan lama dan juga lebih terang meskipun watt yang digunakan kecil.

“Kemudian tamu juga dimanja dengan adanya sistem pemanas air yang terhubung dengan pendingin ruangan kamar. Sehingga air panas yang digunakan tidak memerlukan listrik tambahan. Melainkan merupakan konversi panas udara pembuangan pendingin ruangan menjadi air panas,” paparnya.

Tidak hanya itu, fokus utama Arumdalu adalah keseimbangan alam. Maka air kolam yang digunakan merupakan air tanah yang terjaga selama ini. Dikatakannya, tidak ada penebangan pohon yang dilakukan pada saat pembangunan dilakukan.

“Sehingga PH air di aini bisa dikatakan sesuai dengan PH air mineral yang biasa digunakan untuk minum,” tambah Mivtah.

Arumdalu Resort ini merangkum semua kemewahan yang disandingkan bersama cantiknya pantai Belitung. Dengan dua piliihan type villa, Anda bisa berlibur ala Ratu sambil menikmati semua fasilitas keren yang ada.

Pantai di depan hotel memang private. Akomodasi satu ini ‘terisolasi’ dengan indahnya. Kolam renang dan kursi-kursi santai di tepi pantainya pun ditata mewah ala beach club di Bali.

Arumdalu Resort bisa ditempuh sekitar 1,5 jam berkendara dari Bandara Tanjung Pandan, Belitung. Tempatnya cukup terpencil dan masih sunyi. Sepanjang jalan Anda bisa menikmati hutan hijau dan alami.

Perjalanan akan melewati perkampunagn penduduk lokal dengan bentuk-bentuknya yang sederhana dan tradisional serta perkebunan lada, karet dan sawit.

Sebelum sampai di lokasi, Anda akan menjumpai salah satu daya tarik wisata Belitung Selatan. Yakni Batu Baginde. Batu ini merupakan batu terbesar di Belitung. Jumlahnya ada sepasang. Warga setempat percaya dua batu ini merupakan raja dan ratu pada masa lampau.

“Di sini tamu juga bisa singgah ke kawasan wisata Pantai Penyabong. Di pantai ini bebatuan granitnya sangat besar. Banyak yang percaya bahwa di pantai inilah batu-batu granit tertua di Belitung berada,” kata Mivtah.

Di atas lahan masif seluas 45 hektare, Arumdalu menampilkan 10 vila berdesain kontemporer. Semua bangunan dirancang menghadap laut turkuois dan pantai seputih terigu.

“Kita bisa menemukan mangga, buah naga, selada, juga ketumbar di sini. Sesekali kita juga bisa menyaksikan monyet atau tupai berkeliaran di sekitar resor. Kami berusaha tidak mengganggu habitat mereka,” pungkas Mivtah.

Tenaga Ahli Menteri Pariswisata bidang Nomadic Tourism Waizly Darwin mengatakan, nomadic tourism atau dikenal dengan wisata embara sangat cocok diterapkan di tempat-tempat pedalaman yang minim aksesibilitas dan akomodasi.

Menurutnya, kebutuhan wisatawan akan leisure experience begitu besar. Lebih dari sekedar travel sebagai komoditas.

“Jadi sekarang orang lebih suka mencari dan mendapatkan pengalaman yang unik, beda, anti mainstream, dan Instagramable,” katanya.

Waizly menjelaskan, tren nomadic tourism sedang tumbuh di beberapa negara saat ini. Baginya, konsep nomadic tourism dapat menciptakan destinasi wisata baru.

Diungkapkan Waizly, Indonesia merupakan destinasi pilihan kaum nomad. Canggu (Bali) dipilih sebagai destinasi #1 di dunia untuk para digital nomad berdasarkan nomadlist.com (2017). Sedangkan Ubud #6, Denpasar #14, dan Jogja #74.

“Kini Kita sedang menyiapkan pilihan-pilihan lainnya untuk nomadic tourism. Yang ditetapkan di 10 destinasi prioritas atau biasa disebut ’10 Bali Baru’. Nomadic tourism sangat cocok diterapkan di sana,” pungkas Waizly.

Sekadar informasi, 10 Bali Baru yang ditetapkan adalah Borobudur, Danau Toba, Bromo Tengger Semeru, Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, dan Tanjung Lesung. (ist)

Arumdalu Private Resort Belitung Nomadic Tourism
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.