Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Rekreasi Wisata Kolonial di Surabaya

Rekreasi Wisata Kolonial di Surabaya

JALAN-JALAN redaksi15/06/2019 - 16:00 WIB

Pada masa Kolonial Surabaya merupakan kota yang semarak dengan ragam sarana hiburan bagi warganya. Utamanya setelah kawasan Boven stad (kota bawah) di sekitaran Ketabang, Darmo dan Gubeng dikembangkan menjadi areal hunian bagi orang-orang Eropa.

Surabaya menjadi meriah dengan aneka restoran, bioskop, hotel, pusat perbelanjaan dan klub dansa, bagi mereka yang ingin bersosialisasi atau sekedar melepas penat di ujung hari.

Tunjungan straat dikenal sebagai pusat komersil kota. Diwarnai deretan pertokoan seperti Whiteaway Laidlaw, Hoen Kwee Huis dan lainnya, kawasan ini makin menarik antusiasme warga dengan adanya trem yang melintas.

Urusan bersantap sedap pun tidak kalah semarak. Renato Zangrandi’s Ijsplais, Grimm and Co maupun Hellendoorn, memenuhi selera para elit Eropa dengan roti, pastri, maupun Rijsttafel yang sangat populer kala itu.

Klub elit untuk berdansa dan menonton pertunjukkan pun tak pernah lengang, De Simpangsche Societeit di sudut Jalan Simpang menjadi andalan para elit Eropa unutk berkumpul.

Melalui program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) ‘Rekreasi Kota Kolonial’ yang diadakan selama tanggal 7 Juni – 30 Juni 2019, mengajak masyarakat untuk menikmati dan merasakan kembali bagaimana kehidupan bangsa Eropa di Surabaya.

Melihat serta mengunjungi tempat wisata seperti kawasan Jalan Tunjungan, Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo No. 15, serta Graha Es Krim Zangrandi di Jalan Yos Sudarso No. 15.

Tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah kota Surabaya serta berbagai bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Sejak 2010 SHT telah menyelanggarakan 47 tur tematik dan mengunjungi lebih dari 70 bangunan cagar budaya baik museum, institusi pemerintahan dan swasta, tempat peribadatan, monumen, kampung, pasar, perpustakaan, pabrik, dan lain sebagainya.

Hal tersebut juga menginisiasi Heritage Walk dengan nama ‘Klinong-klinong ning Suroboyo’ yang menjadi pengembangan SHT dengan mengajak Trackers untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Tunjungan Straat
Jalan Tunjungan yang dulu disebut Petoendjoengan menjadi primadona bagi para tuan dan nyonya yang ingin bersantai sekaligus berbelanja.

Di tahun 1923 kawasan Tunjungan telah menjadi salah satu pusat komersial Kota Surabaya, dimana sebuah perusahaan perdagangan besar dari Inggris Whiteaway Laidlaw & Co, memutuskan untuk membangun sebuah toko diujung utara Jalan Tunjungan ini.

Toko inilah yang kemudian menjadikan Tunjungan semakin terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Selain itu terdapat juga toko serba ada yang bernama Aurora yang berganti menjadi gedung bioskop, toko Mattalitti yang menjual piringan hitam gramophone dan terdapat Hotel Oranye yang merupakan hotel terkenal yang sekarang menjadi Hotel Majapahit.

Simpangsche Societeit
Gedung Balai Pemuda didirikan pada tahun 1907. Dulunya gedung tersebut adalah gedung pertemuan bagi orang-orang Belanda yang dinamakan Simpangsche Societeit.

Tempat ini salah satu tempat hiburan dan berkumpulnya orang-orang eropa (khususnya Belanda) di Surabaya. Pada masa kolonial adalah hanya orang-orang kulit putih yang memiliki akses masuk ke gedung ini.

Renato Zangrandi’s Ijspaleis
Dibangun oleh Renato Zangrandi pada 1930 guna memenuhi kebutuhan warga Eropa yang ada di Kota Surabaya pada waktu itu. Dulunya, depot es krim ini bernama Renato Zangrandi’s Ijspaleis dan berlokasi tepat di seberang Simpangsche Societeit yang sekarang bernama kompleks Balai Pemuda.

Sebagian dari menu-menu yang dijajakan juga telah ada sejak 1930. Misalnya saja es krim potong Tutti Frutti, yang merupakan menu original paling tua di Zangrandi yang dijajakan dalam berbagai varian rasa es krim yang dicampur dengan potongan buah kering. (ist)

House of Sampoerna Surabaya Heritage Track
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.