Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Crop Circle, Kawasan Eduwisata Milenial

Crop Circle, Kawasan Eduwisata Milenial

JALAN-JALAN redaksi10/08/2019 - 15:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan kawasan Eduwisata Milenial “Crop Circle” yang berada di Desa Kedungmalang, Kec. Papar, Kabupaten Kediri menjadi kawasan Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara).

Melalui peresmian tersebut diharapkan dapat menjadi kawasan eduwisata bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan milenial.

“Desa Cemara Kedung Malang ini di disain sebagai edu wisata. Saya berharap akan menjadi pusat wisata edukatif dan pembelajaran bagi pelajar di Kediri. Disini akan dikembangkan varietas-varietas unggul tanaman pangan dan horti kultura. Jadi masih butuh banyak pembenahan agar makin lengkap sebagai edu wisata agro,” jelas Gubernur Khofifah saat menghadiri Gelar Inovasi Dan Teknologi Tanaman Pangan Dan Hortikultura yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Kamis (8/8).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan, Crop Circle tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, khususnya bagi para pelajar dan milenial.

Banyak angle yang menarik dan sangat Instagram-able dan berpotensi untuk diviralkan. Ia mengajak segenap masyarakat sekitar kawasan Dewi Cemara untuk bersama-sama memviralkan tempat wisata baru tersebut agar publikasinya cepat.

“Sesuatu yang Instagram-able seperti ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan baik inovasi dan teknologi tanaman pangan dan hortikulturanya maupun sentra pelatihan pertanian. Saya harap terus dikembangkan dan menjadi daya tarik petani milenial. Dewi Cemara ini sudah mulai viral, saya harapkan semuanya saling menjaga dan menyempurnakan kawasan destinasi wisata baru ini,” ujar Gubernur Khofifah.

Sesuai dengan namanya yakni Dewi Cemara, mantan Menteri Sosial ini berharap bisa menciptakan masyarakat desa yang tak hanya fokus pada tempat wisata saja. Melainkan bisa memiliki karakter yang cerdas dan mandiri.

Dengan karakter tersebut, maka dapat meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa. “Jadi desa wisata, masyarakatnya cerdas, mandiri serta hidup sejahtera,” ungkap Khofifah.

Secara khusus, ia memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov Jatim, Hadi Sulistyo dan Bupati Kediri agar bisa mengembangkan varietas hibrida kenikir yang banyak ditanam di kawasan Crop Circle.

Diharapkan nantinya masyarakat desa bisa menggandeng Wedding Organizer (WO), dimana mereka memerlukan bunga di setiap pekerjaannya dalam jumlah yang cukup besar.

“Jika budidaya kenikir hibrida ini diperluas saya rasa akan memberi dampak ekonomi yang tinggi jika dibangunkan jaringannya dengan pembeli seperti wedding organizer,” tanyanya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, juga menyampaikan keinginannya untuk bisa menambah desa wisata di Kabupaten Kediri.

Telah banyak hadir desa wisata percontohan yang bisa berjalan dengan baik. Diharapkan masyarakat di desa lain bisa melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Khofifah menyempatkan diri meninjau langsung taman bunga yang menjadi primadona Dewi Cemara. Ia juga menyempatkan diri berfoto bersama masyarakat yang turut hadir menikmati keindahan bunga-bunga yang tengah mekar. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.