Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
  • Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga
  • Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran
  • Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
  • UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Radiasi Ponsel Picu Penyakit Serius?

Radiasi Ponsel Picu Penyakit Serius?

KESEHATAN redaksi21/09/2020 - 15:00 WIB

Radiasi elektromagnetik dari ponsel sering diklaim berbahaya. Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan sejumlah risiko kesehatan yang patut diwaspadai. Namun, pernahkan kita memperhitungkan paparan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel?

Smartphone atau ponsel pintar memang tidak pernah lepas dari genggaman kita sehari-hari. Meski demikian, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR Sho’im Hidayat dr MS menyampaikan, paparan radiasi elektromagnetik dari ponsel termasuk dalam golongan yang paling lemah.

“Smartphone, radar, dan televisi, termasuk ke dalam kelompok radio frekuensi. Artinya, energi atau daya rusak yang dihasilkan paling lemah,” ungkapnya dalam wawancara daring beberapa waktu lalu.

Menurut Sho’im, berdasarkan daya rusaknya, setidaknya gelombang elektromagnetik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pertama, dari yang paling tinggi, yaitu Sinar Gamma dengan panjang gelombang sekitar 10-7 meter. Selanjutnya, Sinar X atau Rontgen dan Sinar Ultraviolet.

Selain itu, terdapat Sinar Tampak, Sinar Inframerah, dan Sinar Gelombang Mikro. Sementara Sinar Radio Frekuensi berada pada tingkat paling rendah dengan panjang gelombang lebih dari 1 meter.

“Pada gelombang elektromagnetik, energi yang dihasilkan tergantung panjang gelombangnya. Sedangkan panjang gelombang ini bervariasi. Inilah kenapa daya rusak suatu gelombang elektromagnetik berbeda-beda,” terang Sho’im.

Sementara itu, terkait sakit kepala yang kerap muncul akibat menggunakan gawai, Sho’im menandaskan bahwa penyebabnya kemungkinan besar bukan radiasi elektromagnetik. Dia melanjutkan, hal itu bisa terjadi karena sikap kerja yang kurang ergonomis.

Meski begitu, dosen yang akrab disapa Sho’im itu mengungkapkan, beberapa radiasi elektromagnetik perlu diwaspadai. Di antaranya adalah Sinar Rontgen dan Sinar Ultraviolet.

Dia memaparkan, Sinar X atau Rontgen berpotensi mengionkan molekul kimia dalam tubuh. Hal tersebut dapat mengakibatkan mutasi gen yang selanjutnya memicu kanker. “Ini bisa terjadi kalau paparannya dalam waktu lama, lebih dari 10 tahun. Walaupun kadarnya kecil,” jelas Sho’im.

Di sisi lain, imbuh Sho’im, Sinar Ultraviolet memiliki sejumlah resiko yang menimbulkan kerusakan akut pada mata. “Menatap matahari terlalu lama atau menangkap sinar ultraviolet yang dihasilkan las listrik dapat meningkatkan resiko kerusakan pada mata,” papar dia.

Pada akhir Sho’im menegaskan bahwa radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel tidak mengkhawatirkan. Menurutnya, jika muncul sakit kepala, lebih penting untuk memperbaiki sikap kerja agar lebih nyaman dan tidak membuat otot kaku. “Gelombang ini (radiasi elektromagnetik dari ponsel, Red) lemah sekali kok. Tidak perlu khawatir,” pesannya. (ita)

Radiasi Ponsel
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Comments are closed.

Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

04/06/2026 - 19:07 WIB

Cegah Manipulasi Domisili Saat SPMB 2026/2027, Pemkot Surabaya Optimalkan Verifikasi melalui Cek In Warga

04/06/2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya dan Komdigi Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

04/06/2026 - 19:00 WIB

Khofifah Lantik 65 Kepala SMA, SMK, dan SLB, Tekankan Pendidikan Karakter untuk Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

04/06/2026 - 18:55 WIB

UNAIR Matangkan Persiapan ON MIPA-PT 2026, Siap Sambut Finalis dari 85 Perguruan Tinggi

04/06/2026 - 18:52 WIB

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.