Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Licos, Solusi Pengatur Pakan Ikan

Licos, Solusi Pengatur Pakan Ikan

TEKNOLOGI redaksi28/11/2020 - 15:00 WIB

Permasalahan kerugian pada budidaya perikanan adalah hal yang selalu terjadi pada pembudidaya tradisional di Indonesia. Kualitas air sangat mempengaruhi kehidupan ikan serta manajemen pakan mempengaruhi umur dari ikan Nila (Oreochromis nilocitus). Karena itu, perlu adaya inovasi baru yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila

Guna meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila, dua mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) Aulia Maulidah dan Wahyu Saputro, mencetus gagasan sistem bernama LICOS (Life Control System). LICOS telah menduduki Juara I di Lomba Karya Tulis Ilmiah Airlangga Maritime Week 2020.

LICOS merupakan inovasi alat pengatur pemberian pakan dan kualitas air otomatis untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan.

“LICOS berfungsi sebagai autofeeder (memberi pakan secara otomatis,Red) sekaligus dapat mengontrol parameter kualitas air, khususnya ikan Nila pada kolam budidaya semi intensif,” ungkap mahasiswi yang kerap disapa Alda.

Alda, ketua tim, menjelaskan pakan merupakan unsur terpenting guna menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Begitu pula dengan air yang menjadi media penting guna mendukung kehidupan ikan sehingga diperlukan kualitas air yang terkontrol dengan baik.

“LICOS dapat mengatur manajemen pakan ikan, meningkatkan dan menjaga kualitas air pada kolam budidaya tersebut,” ucap mahasiswi asal Jombang tersebut.

“Apabila LICOS dapat dioptimalkan oleh para pembudidaya bisa menjadi sebuah alat yang multifungsional dan memiliki nilai lebih jika dioperasikan,” imbuh Alda, mahasiswi program studi Akuakultur.

Kemudian Wahyu, mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan, LICOS memiliki prosesor dan nantinya dirancang dengan pemograman yang direncanakan. Awal mula tercetusnya LICOS, ia bersama Alda sangat prihatin terhadap kegagalan panen yang sebagian besar disebabkan oleh kematian ikan.

“Dengan kegagalan panen tersebut membuat pendapatan pembudidaya semi intensif menurun hingga menimbulkan banyaknya hutang antar pembudidaya,” Tutup Wahyu.

LICOS memiliki sensor untuk memeriksa parameter kualitas air seperti salinitas, suhu, DO dan pH. Parameter tersebut merupakan indikator kualitas perairan yang harus dipertahankan untuk menjamin keberlangsungan hidup ikan.

Beberapa komponen dalam LICOS ada 3, yakni Komponen Chassis dan Casing, Komponen Elektronik, dan Fish Finder. “Fish Finder merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengetahui lokasi adanya ikan di dalam lautan dengan mendeteksi gelombang suara yang dipantulkan, yang disebut dengan sonar,” Ujarnya.

Mekanisme kerja dari LICOS adalah proses screening keadaan perairan kolam budidaya untuk mengontrol kualitas air seperti suhu, DO, pH dan salinitas. Ketika keempat komponen dalam kondisi yang tidak baik, lanjut Wahyu, secara otomatis data diproses oleh sensory tools.

“Sebelum pengaplikasian alat perlu adanya kalibrasi sensory tools. Kalibrasi alat merupakan proses menyamakan nilai yang terukur pada alat dengan alat ukur agar sesuai dengan standar,” Tutup Wahyu. (ita)

LICOS Mahasiswa ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

TEDxITS Pre-Event 3 Hadirkan Perspektif Baru Seni dan Kreativitas Anak Muda di Surabaya

25/05/2026 - 14:48 WIB

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.